Realisasi TA 2017 Donggala Merosot !


 
Reporter/donggala : zubair yakub

REALISASI Anggaran tahun anggaran (TA) 2017 Kabupaten Donggala merosot, alias tidak memenuhi target. Hal itu terungkap kala rapat badan anggaran Dewan Donggala (15/8/2018) kemarin. Rapat mengevaluasi realisasi TA 2017 lalu. Target pendapatan 2017 yaitu Rp35 miliar, realisasi pendapatan hanya Rp31 miliar. Yang terakumulasi dari pendapatan pajak retribusi, pajak galian C, dan pendapatan lain lain.

Kepala Badan Pendapatan Daerah, Hatta menjelaskan bahwa penerimaan daerah dari sektor retribusi dan pajak hiburan terkendala karena tidak dapat ditarika pajaknya, itu karena kegiatan tentatif. Ia mencontohkan, kegiatan kegiatan iven seperti lomba motor cross. Selain itu sejumlah penginapan atau hotel yang mengaku sudah kurang dikunjungi pelanggan. Untuk sektor pajak Galian C yang ditargetkan Rp25 miliar yang tercapai hanya Rp23 miliar lebih. Namun, setelah perubahan ada kenaikan target Rp34 miliar lebih, terealisasi Rp28 miliar lebih.

‘’Pendapatan tidak dapat terpenuhi karena lemahnya koordinasi, dan data yang disodorkan tidak jelas," ungkap Waket I DPRD Donggala, Andi Sofyan menanggapi pernyataan Kadis Pendapatan. Anggota Banggar, Aswan M Da'ali, justru menyoal soal pematokan jumlah kamar yang ditarik pajak penginaoannya itu tidak sesuai dengan Perda. 

‘’Jika dipatok 10 kamar penginapan  yang boleh ditarik pajaknya, itu menggunakan Perda yang mana, artinya dinas terkait tidak efektif dan berkoordinasi dengan lintas sektoral, jelaslah lemah penerimaan dari pajak penginapan," ujarnya. Olehnya, Aswan meminta jangan menargetkan atau berasumsi yang terlalu berlebihan, tapi tidak memaksimalkan realisasi. Dikatakan Aswan tidak sebanding dengan anggaran perjalanan dinas di dinas pendapatan sebesar Rp700 juta, dengan kinerja yang ada.

Baca Juga : Dua Tahun, di Duga APBD Donggala di Korupsi

Menurut dia, ada dugaan permainan terhadap pemberi ijin mendirikan bangunan terhadap penginapan yang hanya diberi standar 9 kamar, sehingga daerah dirugikan dari sektor penerimaan. Sementara dari sektor belanja Pemkab Donggala merealisasikan Rp1,2 triliun lebih, atau defisit Rp90 miliar lebih, dari pendapatan.

Kepala Dinas Pengelolaan keuangan dan aset daerah, Rahman menyatakan bahwa, pendapatan Kabupaten Donggala itu harus dilakukan berdasarkan persentase yang rasional seperti yang dikemukakan oleh kepala badan pendapatan. Moh Taufik anggota Banggar lainnya menyoroti soal pendapatan dan biaya operasional sebesar Rp900 juta lebih di badan pendapatan yang harus dirasionalisasi dengan kinerja.

Perjalanan dalam daerah sebesar Rp500 juta lebih terlalu besar menurut Taufik. Jika dibagi dengan angka per perjalanan dinas per tiga hari maka ada 300 kali dan pegawai tidak masuk kantor karena urusan perjalanan dinas dalam daerah. ‘’Menganggarkan sesuatu itu harus rasional dan efektif," ujarnya.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN