RPJMD Akan Direvisi, Ketua DPRD Soroti PAD

.


Reporter/Luwuk: Imam Muslik

MUSRENBANG Penyusunan Perubahaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016 - 20121 dibuka Bupati Banggai, Herwin Yatim di ruang rapat Bappeda & Litbang Pemkab (23/08/2018). Nampak hadir Wakil Bupati Mustar Labolo, Ketua DPRD Syamsul bahri Mang, Dandim 1308 LB, Kapolres, forkopimda, seluruh OPD dan tokoh masyarakat.

Syamsul Bahri Mang, akrab disapa Bali Mang menyampaikan bahwa hadir di tempat ini dalam rangka menata, memberikan pokok-pokok pikiran tentang kebijakan ke depan. Ia mengakui ada yang kurang dalam pembuatan RPJM. Dikarenakan adanya pencalonan bakal calon bupati dan wakil bupati kala itu, dan ini sudah berjalan kurang lebih dua tahun.

Pertanyaannya,  ada apa dengan perubahan RPJMD yang menjadi patokan pelaksanaan pembangunan lima tahun ke depan? Sebab dalam undang - undang menyebutkan bahwa terjadi ketiga proses alur dalam pelaksanaan penyusunan RPJMD. Ketiganya yaitu; alur proses strategis, kemudian partisipasi dan legislasi dan politis.

Alur pertama sudah tentu RPJMD sudah dipikirkan oleh berbagai pihak dan sudah pernah disahkan di DPRD dan disaksikan seorang profesor doktor dari Universitas Tadulako kala itu. ‘’Ternyata dalam perjalanan ada perubahan, semua ini akan dikoordinasikan oleh semua anggota dewan apa yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam proses pelaksanaan pembangunan.’’ujar Bali.

‘’Harus ada pola untuk membentuk proses peningkatan pembangunan dan tujuan mengarah kemana. Agraris, maritim, atau Migas. Dan untuk perubahan ini, Saya meminta waktu untuk mengadakan sosialisasi kepada masyarakat bahwa RPJMD Banggai terjadi perubahan karena Pengusulan APDB sekitar Rp5 triliun,’’ terangnya.

DPRD pernah menanyakan pada saat Musrenbang Bappeda dengan anggota dewan bahwa APBD ini apakah tidak terlalu tinggi dengan PAD Banggai sekitar Rp900 miliar. Ia pun menyoroti Bappeda, saat ini saja PAD Banggai untuk mencapai Rp200 miliar saja tidak tercapai, apalagi untuk mencapai Rp900 miliar.

‘’Dimana kelemahannya, sedangkan Banggai sudah berdiri sejak tahun 1960-an sampai sekarang sudah 58 tahun. PAD tidak bergerak secara signifikan. Dan kalau dibandingkan dengan daerah lain Kabupaten Parigi Moutong sesuai informasi bahwa hari ini PAD bisa mencapai Rp200 miliar PAD murni. Sedangkan Banggai sendiri yang mempunyai potensi begitu besar tidak bisa mencapai angka yang diharapkan,’’ ujar Bali menoroti kinerja OPD pengumpul PAD.

Dipaparkan Syamsul Bahri, perminataan publik bila diakomodir semua akan menghabiskan anggaran sekira Rp4 triliunan. ‘’Padahal sata ini untuk belanja publik hanya 17,5%  dan sampai di DPRD hanya 15% sudah di potong sana potong sini. Sesuai arahan Mendagri untuk APBD yang sehat minimal harus mencapai 23%, dan langkah ini harus tetap dicarikan jalan dan mengurangi semua anggaran - anggaran kegiatan OPD,’’ tandas Bali.

Menaggapi itu, Herwin menyampaian bahwa Musrembang perubahan RPJMD adalah suatu kewajiban bersama. Ia berharap ada kontribuksi pemikiran dari peserta untuk membantu kualitas dokumen perubahan RPJMD yang akan ditelorkan. Hasil Musrembang perubahan RPJMD akan diajukan ke DPRD untuk disetujui/disahkan.

Berdasarkan UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah atau pasal 264 ayat menyatakan bahwa RPJMD dapat diubah apabila berdasarkan hasil pengendalian evaluasi tidak sesuai dengan perkembangan keadaan atau penyesuaian kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN