Satgas K5 Diminta Tindak Pengecer Dan Pangkalan Nakal



Reporter: Firmansyah

MENYIKAPI Polemik kelangkaan suplai gas elpiji 3 Kg, serta adanya pedagang di tingkat pengecer yang menjual gas tersebut di atas harga eceran tertinggi (HET), Kabag Administrasi dan Perekonomian Sekdakot Tamin Tombolotutu kepada Kaili Post, Kamis (2/8/2018) di ruangannya menekankan agar Satgas K5 menindaki para pengecer si melon yang menaikan harga secara sepihak.

Untuk pengecer gas elpiji yang menaikan harga di atas HET Rp16.000 pertabung, pihak kelurahan beserta Satgas K5 segera menindak hal tersebut. Dengan melakukan penyitaan gas elpiji yang mereka jual. Kemudian boleh menjualnya kepada masyarakat dengan harga eceran tertinggi. Setelah itu modal pokok pengecer yang membeli dengan harga dari pangkalan, senilai Rp14.500 pertabung dikembalikan kepada mereka.

Terkait permasalahan adanya pangkalan yang nakal, Tamin menegaskan pihak kelurahan dan Satgas K5 langsung melaporkannya ke agen Pertamina. Selain itu juga bisa melakukan penutupan terhadap pangkalan tersebut. Pangkalan resmi yang tersebar di Palu saat ini, menurutnya berjumlah 800 lebih yang beroperasi.

Selanjutnya, berdasarkan surat edaran, pangkalan dilarang untuk menjual gas elpiji 3 kg kepada pihak lain yang berada di luar wilayah mereka. Dalam penentuan stok berapa maksimal yang boleh diberikan agen kepada pangkalan, dia menjelaskan bahwa hal itu dikondisikan dengan kemampuan pangkalan dalam membeli gas tersebut.

‘’Untuk suplai jumlah pertabung dari agen pertamina dialokasikan ke pangkalan, tidak dibatasi. Namun disesuaikan dengan kebutuhan pangkalan lainya yang ada di Kota Palu,’’ ungkapnya.

Kapasitas Pemkot hanya sebatas pangkalan, namun kata Tamin, bila ada agen yang melakukan kecurangan, segera menyurati pihak Pertamina untuk menindak lanjutinya. 

‘’Selama ini pantauan kami, belum ditemukan agen yang melakukan kecurangan terkait gas subsidi kepada masyarakat kurang mampu  tersebut,’’ akunya.**

Menyoal tentang penyaluran si melon melalui pihak kelurahan yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu, Tamin membeberkan bahwa hal tersebut merupakan giat operasi pasar, untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan maupun permainan harga ditingkat pengecer. Namun hal tersebut telah dihentikan, karena mengganggu aktifitas pegawai kelurahan dalam melayani masyarakat. ***
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN