Stempel ‘Palu Arit’ Sempat Dibuang ke Sungai

Stempel Palu Arit Sempat di Buang ke sungai di temukan

PASCA VIRAL STEMPEL PALU ARIT
1.      Menghilangkan Jejak dengan Membuang Stempel ke Sungai
2.      Wanxiang Mengaku Butomo HRD Kontraktor Perusahaan
3.      Alasannya Stempel Itu Untuk Antar Perusahaan (CRCC) Di Tiongkok
4.      Butomo Minta Maaf & Siap Dihukum
5.      MUI Bungku Minta Butomo Keluar dari Morowali


Reporter/morowali: Bambang Sumantri

KARENA Warga resah dengan viralnya stempel perusahaan nikel berlambang ‘palu arit’ dari PT Wanxiang Nickel Indonesia, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bungku Timur, Armin bersama puluhan tokoh masyarakat Bungku Timur mendatangi kantor PT CRCC, Senin (27/8/2018). Menariknya, karena ketakutan stempel itu sempat dibuang di sungai dan ditemukan Batibung Bungku Timur, Sersan Mayor Syamsuddin.

Kedatangan MUI Bungku Timur dan tokoh masyarakat lainnya untuk mendengar langsung klarifikasi terkait masalah beredarnya stempel berlogo ‘Palu Arit’ yang viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Turut hadir dalam pertemuan itu, Danramil 1311-01 Bungku Tengah, Kapten Inf Sukamto, Kabag Ops Polres Morowali, AKP Tomi Gusmayanto, dan Kasat Sabhara, AKP Sugianto. Pihak PT Wanxiang Nickel Indonesia diwakili oleh  Asisten Direktur, Tommy Hermawan didampingi kuasa hukum PT Wanxiang, Sastrawijaya, serta HRD PT CRCC, Butomo.

.
Dalam penjelasannya, baik Tommy Hermawan dan Sastrawijaya menguraikan bahwa apa yang dilakukan Butomo sama sekali tidak ada unsur kesengajaan. Melainkan kelalaian Butomo diduga akibat mengalami kelelahan sehingga salah dalam mengambil stempel.

Tommy menguraikan, PT CRCC merupakan rekanan dari PT Wanxiang yang berkantor pusat di Tiongkok dan telah berbadan hukum Indonesia. Stempel tersebut (Palu Arit) hanya digunakan internal antara kantor perwakilan yang ada di Morowali dengan Tiongkok. Ia mengaku bahwa stempel tersebut sudah dua tahun tak keluar kecuali urusan surat menyurat internal perusahaan itu.

Pada kesempatan itu, Butomo yang tertera namanya sebagai penandatanganan surat berstempel palu arit menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas keteledorannya salah menggunakan stempel dan siap menjalani proses hukum.

‘’Saya adalah warga negara Indonesia, dan sangat tidak mungkin saya menghianati bangsa ini, Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafan saya yang telah melukai hati masyarakat Morowali dan seluruh masyarakat Indonesia, saya benar-benar malu, dan saya siap menjalani proses hukum yang berlaku di negara kita," ungkap Butomo.
Sementara, Ketua MUI Bungku Timur dan para tokoh masyarakat Bungku Timur pada dasarnya secara manusiawi memaafkan Butomo, namun proses hukum harus tetap berlanjut dan Butomo tidak diperkenankan lagi untuk tinggal di Morowali.

Mereka juga menyayangkan kenapa pihak perusahaan menggunakan stempel tersebut yang sudah nyata bahwa di Indonesia, logo tersebut identik dengan lambang Partai Komunis Indonesia (PKI) yang mempunyai sejarah kelam di NKRI. "Sebagai manusia biasa, pada akhirnya pasti akan berujung ke hati nurani untuk saling memaafkan, akan tetapi permintaan dari tokoh masyarakat agar Butomo tidak diperkenankan lagi berada di Morowali dan kami akan terus memantau jalannya proses hukum terhadap dirinya," ungkap Ketua MUI Bungku Timur.

Mereka juga sangat menyayangkan apabila hanya digunakan internal dan merupakan kekhilafan, mengapa setelah viral di media sosial, stempel tersebut dibuang ke parit berair yang diduga akan menghilangkan barang bukti, namun pada akhirnya ditemukan oleh Batibung Bungku Timur, Sersan Mayor Syamsuddin.

Usai pertemuan, Serma Syamsuddin kepada media ini mengaku menemukan stempel tersebut di parit berair yang jaraknya sekitar 50 meter dari kantor CRCC setelah melakukan pendalaman informasi. Ia juga sempat menunjukkan tempat ditemukannya stempel tersebut.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN