Suluh Tanggap Bencana di Sekolah Minimalisir Korban


Reporter: Firmansyah

SESUAI Visi misi Pemkot, Palu Kota Jasa Berbudaya, Berlandaskan Iman dan Taqwa, khususnya program penciptaan sistim informasi potensi sumber daya Kota Palu, berbasis GIS, diharapkan salah satunya dapat memberi ruang dalam upaya penyelenggaraan pengurangan resiko bencana. Kegiatan itu dapat dilakukan dunia pendidikan.

Kegiatan itu diharapkan mencapai target yang lebih luas, serta diinformasikan lebih dini kepada siswa. Hal itu diungkapkan Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Kesra, Imran Lataha dalam kegiatan Workshop persiapan penerapan sekolah dan madrasah aman bencana, bertempat di SMPN 10 Palu, beberapa waktu lalu.

Upaya untuk memastikan bahwa lingkungan pendidikan sekolah dan semua fasilitasnya aman dari bencana, dalam pembangunanya harus mengikuti perkembangan kemajuan tehnologi, serta disesuakan dengan kondisi geografis sekolah tersebut.

Menurut Imran, seiring dengan pelaksanaan undang-undang nomor 24 tahun 2017, tentang penanggulangan bencana yang menekankan bahwa penanggulangan tidak hanys terpaku pada tanggap darurat saja, namun juga mencakup tahapan pra dan pasca bencana. Peraturan tersebut secara jelas menyatakan bahwa setiap orang berhak mendapatkan pendidikan, penyuluhan dan ketrampilan dalam penyelenggaraan penanggulangan. Baik dalam keadaan aman maupun saat bencana.  " Merujuk kepada hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemedikbud) menerbitkan surat edaran tahun 2010, nomor 70a/SE/MPN/ tentang pengurangan resiko bencana di sekolah, " jelas Imran.

Olehnya, Imran menambahkan Kemendikbud RI menekankan kepada Gubernur, Bupat dan Wali kota di seluruh Indonesia. Memberikan perhatian perlunya penyuluhan penyelenggaraan penanggulan bencana di setiap sekolah. " Korban bencana dapat diminimalisir jika kita semua mengetahui cara pencegahan maupun penangananya," ungkapnya.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN