Truk ‘Bogar’ Ancaman Lalin di Trans Palu - Donggala


Salah satu dari sekian banyak dum truk yang menggunakan knalpot bogar dan ugal ugalan dijalan raya saya dijalan trans Palu-Donggala.

Reporter/donggala: Zubair

KEPOLISIAN Resort Donggala dan Polda Sulteng sudah saatnya melakukan penertiban kenalpot bogar bagi truk-truk angkutan yang melintas di sekitar Jalan Trans Sulawesi Palu – Donggala dan sebaliknya. Pasalnya, suara bising dan mengagetkan pengendara roda dua justru dapat membahayakan lalu lintas di jalur padat tersebut.

Modifikasi knalpot di kalangan pengendara roda dua ternyata juga digandrungi oleh sopir truk yang melintas di jalan trans Sulawesi Palu - Donggala. Akhir-akhir ini, truk dengan knalpot bogar di lintasan jalan itu makin ramai tak terkendali.

Truk ‘bogar’ begitu warga menjulukinya makin digemari dan makin menambah bising dan kosentrasi pengendara roda dua. Warga Palu mulai menyoal hal itu. Moh. Saltut, merasa miris dengan kehadiran truk ‘bogar’ tersebut.

‘’Memang tidak dipantau oleh aparat kah, kendaraan seperti ini bebas berkeliaran," ujarnya dengan nada tanya. Meski jelas mengganggu pendengaran dan kosentrasi, seakan ini dibiarkan saja lalu lalang tanpa pantauan aparat.

‘’Jangankan truk, motor saja banyak yang menggunakan knalpot ini tapi bebas berkeliaran, padahal mereka tidak sadar ini sama dengan meneror pengendara lainnya," ujarnya. Di sisi lain para pengemudi yang megandrungi knalpot bogar ini kerap ugal-ugalan di jalan raya, dan tidak menghiraukan pengguna jalan lainnya.

Saltut mengisahkan,  saat dirinya berada di lintas jalur trans Palu Donggala, pengemudi truk ‘bogar’ sengaja mendahului kendaraan yang ada di depannya meski kondisi tidak memungkinkan untuk mendahului kendaraan yang berada di depannya. Karena bertepatan ada pengendara lain berada dari posisi berlawanan arah.

‘’Saya hampir celaka, dan harus mengalah untuk menghindar dengan cara mengalihkan motor saya ke sisi jalan agar tidak terserempet," terangnya. Kejadian seperti ini bukanlah pertama kali terjadi lanjut dia. Sebab pada beberapa kasus ada kecelakaan karena terserempet truk pengangkut material arah Palu menuju Donggala.

Penggunaan knalpot bogar, kata Saltut harus ada ketegasan dari pihak Polantas. Yaitu dengan melakukan penertiban (sweeping) di beberapa titik jalur trans Palu- Donggala. Tujuannya, agar tidak ada lagi truk-truk ‘bogar’ yang sengaja menggunakan knalpot merugikan orang lain.**



Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN