Warga Buluri, Salena dan Watusampu Demo Menuntut Dana CSR



Warga  Buluri,  Salena  dan  Watusampu Demo Menuntut  Dana  CSR / Foto: Iksan Toili
 Reporter: Iksan T

Sebanyak 200 warga, masyarakat Buluri, Salena dan Watusampu Kecamatan Ulujadi yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu bahkan sampai anak-anaknya turun kejalan melakukan aksi di depan kantor pengadilan tinggi negeri Kota Palu, Senin (27/8).

Dalam aksinya warga menuntut alokasi dana CSR dari perusahaan galian C yang berada di wilayahnya di perjelas arahnya kemana, di karenakan para warga mengaku sudah hampir 11 tahun mereka belum merasakan dana CSR tersebut, yang selama ini mereka hanya mendapatkan biaya kontribusi dari perusahaan yang di kelola oleh LPM yang ada.

Mudin selaku koordinator aksi dan Acil Lagoa sebagai salah satu saksi yang hadir dalam persidangan pada hari ini, menuturkan bahwa aksi ini merupakan tuntutan mereka yang sudah ke 12 kalinya dan mereka akan melakukan aksi ini sampai tuntutan mereka bisa terpenuhi sehingga dana CSR itu jelas arahnya kemana dan mereka akan menempuh jalur hukum agar masalah ini jelas adanya.

Warga  Buluri,  Salena  dan  Watusampu Demo Menuntut  Dana  CSR / Foto: Iksan Toili
“Minimal dana CSR 2 persen dari laba bersih, dan masyarakat baru mengetahui bahwa dana CSR ini adalah kewajiban setiap perusahaan yang harus di berikan sehingga para warga marah karena salama ini warga hanya menerima dana kontribusi yang di kelola oleh LPM sehingga mereka menganggap dana yang di berikan ini bisa jadi uang mereka sendiri” Tutur Acil.

Dalam aksi ini turut hadir aparat kepolisian untuk mengamankan aksi tersebut dan pantauan di lapangan, dalam aksi tersebut tidak menimbulkan kemacetan sepanjang jalan Samratulangi dan aksi tersebut berjalan damai dan kondusif.

Sedangkan kuasa hukum dari perusahaan galian C yang berada di Kecamatan Ulujadi yang di wakili oleh pengacara A.H. Makassau, SH., MH dan Rahmat Hidayat, SH saat dikonfirmasi menuturkan bahwa perusahaan sudah melaksanakan dana CSR tersebut.

“Pemahaman warga dana CSR itu dalam bentuk uang tunai, padahal dana CSR itu seharusnya dalam bentuk program dari keluhan para warga semenjak perusahaan itu  berdiri seperti pengadaan puskesmas dan lain-lain dan dari semua program tersebut barulah di masukan ke perusahaan agar bisa di realisasikan program tersebut” Jelas Rahmat.

Tambahnya, pihaknya juga akan melakukan pengecekan ke perusahaan apakah program-program yang di maksud sudah di masukan atau belum sama sekali oleh masyarakat.

Sedangkan A.H. Makassau menambahkan tidak ada perintah undang-undang atau kewajiban terkait dana CSR yang di berikan kepada masyarakat, dana CSR itu adalah tanggung jawab sosial.

“memang betul CSR itu di atur oleh undang-undang akan tetapi dalam bentuk program yang harus di setuji terlebih dahulu oleh seluruh direksi, dewan komisaris dan LPS, tidak ada namanya pemberian CSR dalam bentuk tunai kepada masyarakat” Tuturnya.

.
Dia juga menambahakan warga menuntut kepada perusahaan galian C yang ada untuk memberikan dana kurang lebih sebesar Rp100 Milyar sedangkan undang tidak mengatur seperti demikian dan perusahan akan memenuhi apabila tuntutan tersebut sesuai hukum, pemerintah dan perda.

CSR itu di berikan dalam bentuk program atau penggerak yang sudah di konsultasikan dengan beberapa pihak sehingga menghasilkan program apa yang tepat untuk dilakukan untuk kemajuan.

Pada hari ini pula di lakukan sidang di pengadilan tinggi negeri palu yang di hadiri oleh penggugat yakni warga masyarakat watusampu dan buluri yang di wakili oleh Advokat Rakyat Agussalim, SH bersama pengacara lainnya dan pihak tergugat yakni 28 perusahaan galian C.

Pada sidang yang di mulai pukul 11 lebih tersebut penggugat menghadirkan 3 orang warga sekitar menjadi saksi kunci pada perkara tersebut. ***







Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN