Warga Poboya Tagih Janji Wali Kota





























Reportase: Iksan Toili

MASYARAKAT Kelurahan Poboya Kecamatan Mantikulore Kota Palu menagih janji Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang pernah diucapkan di lapangan sepak bola Vatumorangga. Janji itu diucapkan saat silaturahim politik saat Pilkada 2015 lalu. Janji itu adalah perbaikan infrastruktur jalan Kelurahan Poboya, khususnya wilayah Poboya Utara yakni Jalan Vatumorangga I, II dan III serta Jalan Basokavola menuju pasar Talise. Keseluruhannya kurang lebih 6 KM.

Dalam keterangan persnya, Ketua Forum Pemuda Poboya, Mohammad Arfan menyebut bahwa Vatumorangga adalah pusat pelayanan pemerintahan. 2018 telah dibangun Kantor pelayanan pemerintahan kelurahan, sebagai tempat pelayanan masyarakat khususnya masyarakat Poboya. Sarana umum lainya seperti stadion lapangan sepak bola Vatumorangga, rumah adat, masjid Baiturahman, TK dan BTN. ‘’Kesemuannya membutuhkan infrastruktur jalan maksimal sesuai keinginan pemprov dan pemkot,’’ terang Arfan.

Kondisi jalan saat ini sudah sangat memprihatinkan. Dimana jalan dibangun 1990 yang bermula pembangunan gedung BP-7 di Kelurahan Poboya yang saat ini sudah menjadi markas Sabara Polda Sulteng. ‘’Alangkah sangat bersabarnya kami masyarakat menunggu pembangunan sarana infrastruktur tersebut, semoga mimpi dan harapan warga masyarakat Kelurahan Poboya ini dapat segera diwujudkan.’’ Harapnya.

Beberapa upaya telah dilakukan. Baik pertemuan internal masyarakat melalui LPM, RT/RW bahkan sampai pada tingkat Musrembang kelurahan, kecamatan dan Pemkot sendiri. ‘’Kami telah mengusulkan prioritas di wilayah Poboya, akan tetapi persoalan pembangunan infrastruktur jalan tidak masuk dalam pembahasan Musrembang dikarenakan Pemkot fokus dengan permasalahan lain,’’ aku Arfan lagi.

























Poboya, memiliki luas wilayah 1403 Ha dengan batas -batas wilayah sebagai berikut. Sebelah Utara ; Kelurahan Tondo, Sebelah Selatan; Kelurahan Lasoani, sebelah Barat ; Kelurahan Tanamodindi, dan sebelah Timur; Kabupaten Parigi Moutong. Wilayah  Poboya berjarak sekitar lima kilometer dari Palu dan berjarak sekitar 8 kilometer dari ibukota provinsi. Bidang kependudukan, di Kelurahan Poboya yang mempunyai jumlah penduduk sebesar 2.326 jiwa.

Ditinjau dari kependudukan di Kelurahan Poboya mayoritas agama Islam dengan jumlah 2.326 orang (98,3%). Sedangkan penduduk yang beragama lain seperti Kristen Protestan berjumlah 46 orang (1,3%) dan Hindu berjumlah 11 orang (0,4%). Sebagian besar masyarakat Poboya bermata pencaharian sebagai petani/penambang yaitu sebanyak 297 orang. PNS sebanyak 45 orang, sebagai pengusaha sebanyak 21 orang, serta sebagai buruh sebanyak 75 orang.

Saat ini penduduk asli Kelurahan Poboya hanya mempunyai presentase  sebesar 20%. Hal ini dikarenakan sebagian besar penduduk merupakan pendatang baru. Kebanyakan dari mereka berasal dari Manado, Gorontalo, Jawa, Makassar, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tengara Timur. Kedatangan mereka dikarenakan di wilayah ini terdapat pertambangan emas. Hal ini juga tentunya membuat perubahan pada pola mata pencaharian pada masyarakat asli poboya yang langsung beralih pekerjaan sebagai penambang emas.**




Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN