Astakira Desak ‘Stempel Palu Arit’ Dituntaskan



Reporter/morowali: Bambang sumantri

PEMBAHASAN Kasus stempel ‘Palu Arit’ yang beredar di perusahaan tambang rekanan PT Wanxiang Nickel Indonesia, yakni PT CRCC ternyata belum juga tuntas dan jelas. Pihak perusahaan condong akan mengorbankan Butomo yang dinilai lalai. Problemnya, bukan soal kelalaian, tapi soal logo ‘Palu Arit’ yang diketahui adalah logo sebuah organisasi terlarang yang membuat traumatik bangsa Indonesia. kedua ada TAP MPR RI yang melarang.

Ketua Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Provinsi Sulawesi Tengah, Julfikar Bualo atau yang akrab disapa Roy Bualo memberikan tanggapan kasus itu. kata Roy, kasus beredarnya stempel ‘Palu Arit’ yang digunakan Butomo, HRD PT CRCC atau sub kontraktor dari PT. Wangxiang yang beroperasi di Kabupaten Morowali, Astakira menekan PT Wangxiang untuk tidak membiarkan hal itu terjadi lagi.

Ia juga menegaskan seharusnya pihak kepolisian wajib mengusut tuntas kasus tersebut sampai ke akar-akarnya. ‘’Kami juga berharap semua lembaga negara bersama-sama termasuk pemerintah daerah dan pusat harus segera menyelesaikan persoalan ini. Kami meminta untuk PT CRCC secepatnya diputuskan kontrak kerja PT Wanxiang karena dapat merusak ideologi bangsa serta menyebarkan paham komunis dan jika terbukti bersalah, tidak patuh terhadap perintah Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1999 tentang Perubahan Pasal 107 KUHP, maka harus dijatuhi hukuman yang setimpal," ungkapnya.

Dituturkan Roy, jika beberapa hari ke depan tidak ada tindak lanjut dari kasus ini, maka mereka akan menyuarakan aspirasi agar seluruh lembaga negara sadar bahwa ini tugas bersama. ‘’Jangan sampai langkah yang kami ambil disangkut pautkan dengan Pilpres atau Pileg 2019 karena masalah negara adalah masalah  kita bersama seluruh masyarakat Indonesia," tandasnya.

Sementara, Kapolres Morowali AKBP Dadan Wahyudi yang dikonfirmasi terkait kelanjutan kasus beredarnya video ‘Palu Arit’ via pesan elektronik Whats App (WA), memilih hemat bicara. Secara singkat ia hanya mengatakan kasus itu masih dalam tahap penyelidikan. ‘’Masih sementara penyelidikan,’’ tulisnya singkat.

Dilaporkan dari Palu, kasus stempel berlogo milik PKI itu juga mendapat perhatian serius. Sejumlah tokoh agama, masyarakat dan pemuda memprbincankan kasus itu penanganannya. Apakah TNI akan ambil bagian karena sudah menyangkut idiologi negara, atau hanya kepolisian saja yang menangani. ‘’Kalau cuma polisi yang diusut pasti pidananya. Kelalaian saja. Harusnya jauh dari itu ini adalah ancaman bangsa yang nyata,’’ ujar tokoh pemuda Sulteng, Andi Ridwan.

Sebelumnya hal senada juga diungkapkan advokat di Sulteng, Edmond Leonardo Siahaan. Menurutnya, TNI harus terlibat aktif dan tidak menyerahkan ke polisi kasus dengan lambang ‘Palu Arit’ itu. ‘’Dua duanya dapat berjalan. TNI mengusut soal lambang itu, polisi kasus pidananya. Ini serius lho tidak bisa dipandang hanya karena lalai,’’ akunya pada kailipost.com.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN