EKS BURUH ANUGERAH PERDANA, Demo Tuntut Yece Dibebaskan




Reporter: Iksan T


RATUSAN Massa, (7/9/2018) pekan lalu yang menyebut Front Buruh Sulteng yang terdiri dari KSBSI, SPHP, LBH Palu, dan LBH Sulteng serta keluarga korban, Yece Novita Kasese kembali melakukan aksi demo di depan kantor Kejati. Pendemo menutut agar mantan karyawan main dealer CV Anugerah Perdana Mangonsidi tersebut dibebaskan dari penjara.


Yece dipenjarakan atas kasus tuduhan penggelapan uang CV Anugerah Perdana. Yece kini sedang mendekam di balik jeruji tepatnya di Lapas Petobo. Afandi selaku koordinator aksi menyebut apa yang terjadi pada Yece tidak masuk akal dan penuh dengan kriminalisasi terhadap buruh serta seperti dizolimi oleh hukum yang berlaku.


“Saudara Yece sudah 12 tahun bekerja di CV. Anugerah Perdana, kalau memang dia mau menggelapkan uang atau korupsi sudah dari dulu dia lakukan tapi itu tidak terjadi. Apa yang terjadi terhadap Yece, kami yakin bahwa ini merupakan serangan balik perusahaan atas laporan yang kami ajukan soal beberapa pelanggaran yang terjadi seperti upah buruh, uang lembur serta lainnya,” tuturnya.


Afandi juga menyampaikan kekesalannya terhadap aparat kepolisian atas penanganan beberapa kasus yang yang terjadi saat ini. Menurutnya penanganannya tidak lakukan sebagai mana mestinya. 

“Jangan hukum menjadi tajam saat berbicara terhadap orang kecil dan hukum ini ketika dihadapkan dengan orang berduit menjadi tumpul,” ungkapnya.


Kuasa Hukum dari Yece, Agussalim,SH menuturkan bahwa kasus yang menjerat Yece sudah terjadi mulai dari 2017 November tepatnya. Dan Agussalim selaku kuasa hukum juga akan berjanji akan mengawal kasus tersebut. Agussalim menuntut agar Yece dilepaskan agar bisa berkumpul dengan keluarganya.


Pihak Kejati saat menemui massa menjelaskan bahwa kasus Yece akan dilimpakan ke pengadilan, Senin hari ini. Kejati juga mempersilakan bagi keluarga Yece untuk mengajukan permohonan penangguhan bila memerlukannya dan pihaknya akan menerima serta tidak ada yang akan menghalang-halanginya.


“Pengajuan permohonan penangguhan itu adalah hak saudara dan kami akan menerimanya dan memproses sesuai dengan aturan yang berlaku,” ucap perwakilan Kejati. Pihak Kejati juga berjanji bahwa perkara yang menjerat Yece akan dikawal sebersih-bersihnya, tidak adanya tendensi, dan tidak ada kepentingan di dalamnya. Massa melanjutkan aksinya menuju ke Komnas HAM perwakilan Sulteng di Jalan Soeprapto dan melakukan orasinya di halaman kantor.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN