FPPN Dapat Tingkatkan PAD-kah?




Reporter: Firmansyah

INI Pertanyaan Mengelitik. Pasalnya, Festival Pesona Palu Nomoni (FPN), sepekan lagi adalah iven kali ketiga, sejak perdana digelar 2016 kepemimpinan Hidayat-Sigit. Pertanyaan itu terungkap ketika sidang paripurna agenda pandangan akhir sembilan fraksi Dekot atas rancangan Perda RAPBD-P 2018 pekan lalu.

Sembilan fraksi sepakat bulat menyetujui semua materi yang termuat di Raperda APBD-P 2018. Tapi, pandangan akhir F-PDIP yang dibacakan Sofyan R Aswin mempertanyakan dan berharap agar FPPN yang sudah menggelontorkan dana cukup besar, dapat memberikan dampak (benefit) nyata pada PAD kota.

Pemkot juga diminta Sofyan konsisten dan selektif menyusun, menerapkan serta memberikan rasa keadilan bagi seluruh wilayah dan masyarakat Kota Palu, tertuang dalam batang tubuh dari APBD yang melekat di organisasi perangkat daerah (OPD) terkait Pemkot, sehingga terjadi pemerataan dari sektor pembangunan dan kesejahteraan.

Fraksi Golongan Karya berharap agar APBD-P dapat menyentuh serta menyejahterakan masyarakat. Olehnya pemerintah kota harus peka terhadap kebutuhan dan keinginan warganya. Dengan anggaran yang digelontorkan dapat berbanding lurus dengan capaian kesejahteraan bagi orang banyak. Artinya APBD harus pro kepada rakyat sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan mereka.

Sebelumnya,  rapat paripurna diawali dengan laporan pertanggung jawaban dari panitia khusus (Pansus) atas Raperda APBD perubahan tahun anggaran 2018. Dalam laporannya yang dibacakan oleh ketua Pansus Hamsir BE, beliau mengungkapkan selama masa kerja yang dimulai tanggal 5 hingga 6 September, sudah bekerja semaksimal mungkin, dengan waktu yang diberikan sangat singkat. beberapa item dari dokumen Perda mereka koreksi dan sesuaikan.

Dalam pembahasan rencana kerja anggaran (RKA) yang sebelumnya telah diseleksi oleh badan anggaran, dalam dokumen perda APBD perubahan, telah dikoreksi oleh pansus. Termuat didalam pasal lima dan pasal dua ayat dua batang tubuh perda tersebut. Hal itu lanjut Hamsir agar RKA yang telah disetujui oleh badan anggaran,  tidak terjadi perbedaan.

Berdasarkan mekanisme akhir pembicaraan tingkat dua, Paripurna dilanjutkan dengan mendengarkan pendapat akhir Wali kota yang diwakili oleh wakil Wali kota, Sigit Purnomo Said, tentang rancangan peraturan daerah terkait APBD perubahan tahun 2018. Dari tiga puluh lima pimpinan dan anggota DPRD Palu, dua puluh delapan menghadiri sidang tersebut. Olehnya kuorum rapat telah tercapai sesuai tartib Dekot. Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara, persetujuan bersama antara pimpinan rapat, Erfandi Suyuti dan Sigit Punomo Said.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN