Gema Cermat edukasi Konsumsi Obat yang Tepat


.
Sumber: Humas Parmout

MARAKNYA peredaran obat-obatan yang dijual bebas di kios dan warung tanpa izin apalagi dikonsumsi tanpa resep dokter, bisa berakibat fatal kepada penggunanya. Karena itu, masyarakat perlu terus diedukasi agar mereka lebih bijak dan tepat memilih obat untuk dikonsumsi.

Hal ini terungkap pada acara edukasi gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (gema cermat) yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong di auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Jum’at (31/8).

Gubernur Sulawesi Tengah diwakili Staf Ahli bidang Pembangunan Ekonomi dan Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Ardiansyah Lamasitudju SPd MSi yang membuka secara resmi kegiatan itu mengatakan, penggunaan obat yang tidak tepat oleh masyarakat dapat berakibat tidak tercapainya tujuan pengobatan dan sebaliknya mengancam keselamatan pasien.

Menurutnya, permasalahan obat terus saja hadir yang dapat merugikan kesehatan masyarakat.

”Oleh karena itu semua pemangku kepentingan yang terkait dengan kefarmasian agar melibatkan diri dalam mengawasi keberadaan maupun penggunaan obat-obatan secara benar dan tepat,” kata Gubenur.

Gubenur menilai, edukasi gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat sangat tepat dilakukan sebagai upaya sinergisitas antara pemerintah dan masyarakat melalui rangkaian kegiatan dalam meningkatkan kepedulian, kesadaran, pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat secara benar  dan tepat.

“Penyebaran informasi dan edukasi kepada masyarakat secara terus menerus, sudah pasti dapat meningkatkan kesadaran mereka cerdas menggunakan obat,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan, Bupati Parigi Moutong melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs H Samin Latandu. Kata Bupati, tidak dapat dipungkiri bahwa selama ini masih cukup banyak masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Parigi Moutong yang belum mengetahui cara yang benar dalam mengonsumsi obat-obatan, utamanya obat-obatan yang dijual bebas di kios-kios maupun di warung-warung yang tentunya tanpa resep dokter.

Menurutnya, gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat merupakan salah satu langkah strategis untuk melakukan edukasi terhadap masyarakat agar mereka lebih bijak dan tepat dalam menggunakan obat-obatan yang dikonsumsi, sehingga masyarakat lebih cerdas dalam memilih obat-obatan yang diperlukan terutama untuk swamedikasi atu pengobatan sendiri. Penggunaan obat bebas tanpa pengetahuan dan informasi memadai dapat menyebabkan masalah kesehatan baru, misalnya penggunaan obat dengan dosis yang berlebihan.

“Olehnya dibutuhkan peran serta apoteker ataupun tenaga teknis kefarmasian sebagai penggerak dan pendidik dalam edukasi dan penyebaran informasi tentang penggunaan obat yang benar serta untuk meningkatkan penggunaan obat yang benar khususnya kepada masyarakat,” ujarnya.

Bupati mengungkapkan, data penggunaan obat rasional dari 23 Puskesmas yang ada di Kabupaten Parigi Moutong baru mencapai 26 persen. Angka ini masih sangat rendah diakibatkan tenaga Apoteker di puskesmas hanya berjumlah 2 orang, sisanya masih tenaga teknis kefarmasian atau asisten apoteker. Hal ini mengakibatkan masih rendahnya penggunaan obat rasional di masyarakat. “Untuk data penggunaan obat generik alhamdulillah dari tiga tahun terakhir sudah mencapai 100 persen, hal tersebut berarti obat yang dipakai pada fasilitas kesehatan tingkat pertama 100 persen menggunakan obat generic,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Kefarmasian Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dra R Detie Yuliati Apt, MSi yang juga ikut menjadi pemateri dalam acara Gema Cermat itu berharap kepada Pemerintah daerah untuk menindaklanjuti gerakan masyarakat cerdas mengonsumsi obat (Gema Cermat). Masyarakat katanya harus terus terus diedukasi, sehingga memiliki kepedulian, kesadaran, pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan obat secara tepat dan benar.

“Saya berharap gerakan ini bisa ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah sehingga masyarakat dapat menggunakan obat secara benar, termasuk mendapatkan, meyimpan dan membuang obat dengan benar. Masyarakat juga harus proaktif mencari informasi dan bertanya sebelum menggunakan obat, sehingga masalah kesehatan akibat kesalahan penggunaan obat dapat dicegah lebih awal,” harapnya. **



Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN