Generasi Muda Jaga Persatuan Demi NKRI



Citizen journalism: Wahyu

GENERASI Muda Indonesia harus dapat selalu menjaga keutuhan bangsa dan mengisi kemerdekaan dengan berbagai macam kegiatan yang positif. Hal ini agar generasi muda sebagai harapan bangsa bisa terus bersatu demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang terus bersatu tak terpecah belah.

Terkait kondisi jelang pileg dan pilpres, generasi muda sudah seharusnya menjadi yang terdepan dalam menciptakan suasana yang kondusif dalam menyikapi  berbagai macam isu politik yang berkembang.

“Kondusifitas bangsa sangat penting. Jangan sampai pesta demokrasi dinodai oleh kerusuhan dan perpecahan bangsa. Walaupun kondisi penyelenggaraan Pilkada yang telah kita lakukan selama ini membuka celah bagi politik biaya tinggi, korupsi maupun kerusuhan sosial. Ini yang harus kita antisipasi bersama,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Himpunan Pemuda Alkhairaat (HPA), di Palu, Selasa (11/9/2018).

Olehnya itu HPA menghimbau semua kader HPA dan pemuda secara nasional agar tidak menciptakan kegaduhan menjelang Pileg dan Pilpres 2019. Tapi sebaliknya memberi pengertian tentang berpolitik yang santun kepada masyarakat, karena hal tersebut merupakan bagian dari tugas pemuda sebagai garda terdepan menjaga keutuhan NKRI.

“Dan mari selalu menjadikan pendiri Alkhairaat HS Idrus bin Aldjufrie sebagai patron gerakan dimanapun Pemuda Alkhairaat berada. Guru Tua tidak pernah melibatkan agama dalam politik,” ujar Ucen, sapaan akrabnya.

Menurutnya, agama dilibatkan dalam politik praktis sebaiknya dibatasi dan dihindari. Karena fatal jika agama ikut diseret dan bahkan dijadikan sebagai alat politik golongan tertentu. Isu politisasi agama berdampak buruk bagi keberlangsungan demokratisasi bangsa yang sangat majemuk ini.

Meskipun, tak bisa dipungkiri bahwa, menjual simbol-simbol agama dianggap cara yang paling mudah dan cepat dalam meraup suara rakyat. Dan bisa dipastikan dalam kampanye politik, semuanya menjual simbol agama untuk meraih simpati publik. 

Paradigma yang harus dibangun dan terus dilakukan ialah mengedukasi kepada masyarakat; politik itu sesungguhnya memilih pemimpin yang bisa membawa Negara yang dipimpin ke arah yang lebih baik, maju dan mensejahterakan rakyatnya. Bukan hanya persoalan isu agama yang dianutnya.

“Kita harusnya bersepakat untuk tidak lagi terjebak pada sentimen agama yang berlebihan,  dan bukan pula soal siapa yang menjadi pemimpin saat ini tapi soal urgensi Pemuda dalam menjaga keutuhan NKRI menjadi penting dan menolak semua bentuk sentimen kelompok tertentu, serta menolak semua bentuk politisasi agama yang sengaja memecah belah bangsa. Secara tegas ini adalah sebuah bentuk Komitmen ketulusan mengabdi Himpunan Pemuda Alkairaat kepada NKRI serta dalam menjaga amanah Pendiri Alkhairaat,” bebernya.

Pesta demokrasi menjelang pileg dan pilpres baiknya dinikmati dan di jalani penuh dengan cinta dan kasih sayang serta persaudaraan  sesama anak bangsa, sehingga apa yang menjadi cita-cita perjuangan panjang bangsa ini bisa tercapai dengan baik dan maksimal.

Independensi dan netralitas secara tegas dalam pesan konstitusi HPA telah ada sejak lama ini membuktikan bahwa HPA secara kelembagaan tidak ikut berpolitik praktis sehingga marwah organisasi pemuda Alkhairaat dapat terjaga.  “Pemuda Alkhairaat hanya dapat mencegah dan berhadapan apabila ada kelompok tertentu yang dengan secara terbuka membuat suasana pileg dan pilpres menjadi tidak kondusif, dengan tetap melakukan upaya Tabayyun,” tandasnya.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN