Gubernur Minta Pelayanan BPN Ditingkatkan



Sumber: Humas pemprov

GUBERNUR Sulteng diwakili asisten administrasi umum dan organisasi Mulyono mengungkapkan harapannya, agar peran BPN provinsi bersama seluruh jajarannya di kabupaten/kota terus bekerja sama dalam memberikan kepastian hukum dan keadilan atas tanah rakyat. Kerja sama itu diperlukan guna menghindari kerugian masyarakat dalam penetapan data fisik yang valid dalam proses sertipikat. 

Hal itu disampaikannya (15/9/2018) di acara pisah sambut Kepala BPN Sulteng dari pejabat lama Ir. H Jonahar, M. Ec. Dev kepada pejabat yang baru Ir. Andry Novijandri. Gubernur berharap Kepala BPN yang baru dapat meneruskan prestasi yang telah ditorehkan pejabat lama.

Mutasi nakhoda dan pergantian pimpinan merupakan sebuah keniscayaan dalam menyegarkan organisasi dan juga sebagai pembinaan karier pegawai yang bersangkutan. Karena hal itulah, perlu memandang promosi tersebut dengan sudut pandang yang luas. Kongkretnya promosi merupakan motivasi untuk terus meningkatkan prestasi yang berujung pada peningkatan pelayanan publik. 

“Melalui acara pisah sambut ini, saya menyampaikan selamat datang. Dan selamat bertugas kepada kepala kantor BPN Sulawesi Tengah, mudah-mudahan tugas negara yang diamanatkan ini dapat dijalankan dengan mudah, dan tepat. Serta dapat meneruskan apa yang telah dilakukan selama ini oleh pejabat lama dengan terus membangun lingkungan kerja yang harmonis dan bersinergi. Artinya tidak berubah pelayanannya kepada rakyat, bahkan terus meningkat. Dalam rangka percepatan legalisasi aset tanah, yang erat konektivitasnya dengan kontinuitas keberhasilan pembangunan dan pengembangan tata ruang wilayah sesuai tuntunan zaman”, paparnya. 

Ir. Andry Novijandri sebelum menjabat kepala BPN Sulteng adalah Direktur Jenderal Infrastruktur Keagrariaan Kementrian ATR/BPN.

Ir. H Jonahar, M. Ec. Dev menuturkan, selama mengabdi sebagai kepala BPN Sulawesi Tengah sangat berkesan. Karena hampir setiap hari selalu ditemani oleh anak buahnya, dalam mengejar target pekerjaan. Ini terjadi karena sedari awal bekerja, kantor BPN provinsi Sulteng dipatok pemerintah pusat harus menyelesaikan 80 ribu sertifikat tanah. Pengalaman dan semangat yang didapatkan bersama jajaran BPN Sulteng beserta pemerintah provinsi,  katanya, ia bawa ke Jawa Tengah. Meski baru dua bulan menjabat ia menceritakan bagaimana ditantang untuk menyelesaikan 8 ribu sertifikat tanah di sana. 

“Saya bekerja 10 bulan disini, saya tidak pernah tidak ditemani di rumah dinas, selalu ada anak buah yang bersedia bekerja sampai malam untuk PTSL (pendaftaran tanah secara langsung). Jadi di Sulteng tidak ada yang susah, pegawai patuh dan setia kepada pimpinan.

Kami datang rangking 26, 2 bulan Sulteng naik rangking dua nasional. Dan pada 1 Agustus saya resmi di Jawa Tengah. Dari rangking 12 jadi rangking 4. Yang telah menyelesaikan 8.000 sertifikat tanah selama 2 hari, dan presiden mengapresiasi langsung dalam sambutannya, biasanya tidak disebut, tapi kali ini disebutkan.

Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran dan pemerintah daerah yang telah memberi dukungannya selama ini, dan saya mohon maaf apabila ada tutur yang kasar, tetapi itu juga demi tercapainya pelayanan maksimal kepada rakyat. Walaupun kami meninggalkan Sulteng, tapi kita tetap komunikasi”, papar Jonahar yang punya pengalaman berenang di Tumbelaka dan bertemu buaya hanya berjarak sekira 3 meter.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN