HMI Palu Tuntut Jokowi Lengser


 

Reporter: Firmansyah/Yohanes clemens

HIMPUNAN Mahasiswa Islam (HMI) Palu (14/09/2018) aksi damai di kantor DPRD Sulteng. Aksi diikuti berkisar ratusan orang. HMI menuntut Presiden Joko Widodo turun dari jabatannya, karena dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

orator HMI, Lazuardi mengatakan bahwa aksi yang mereka lakukan sebagai protes kepada pemerintahan. ‘’Banyaknya ketimpangan yang terjadi di masyarakat. Adanya kepentingan tertentu yang merugikan orang banyak. Seperti maraknya tenaga kerja asing di Kabupaten Morowali," ujarnya. 

Kata Lazuardi, warga setempat bagaikan seekor tikus yang mati di lumbung padi. Ibaratnya, rakyat hanya menjadi penonton di daerahnya masing-masing dan tenaga kerja asing yang diprioritaskan. Di lain kesempatan, Linda Nita, orator selanjutnya menegaskan bahwa 17.000 pulau yang ada di Indonesia, separuhnya bukan lagi milik negara. Artinya telah dikuasai oleh pihak asing. ’’Bangsa Indonesia merupakan negara kaya oleh sumber daya alamnya, namun, beras maupun garam harus diimpor dari negara lain." 

Koordinator lapangan (Korlap) aksi Rifki Zul Fahmi, menegaskan kedatangan mereka melakukan demonstrasi,  karena pemerintahan saat ini mengalami kegagalan. Adanya kebijakan sepihak yang tidak berpihak kepada masyarakat. Nilai mata uang rupiah anjlok, besarnya utang negara, banyaknya warga negara asing yang bekerja di Indonesia, utamanya di Bumi Tadulako. "Berdasarkan semua itu, kami menuntut agar Presiden Joko Widodo turun dari jabatannya," tegasnya.

Masa aksi kemudian memasuki halaman kantor DPRD Sulteng, untuk melanjutkan orasinya dan meminta kepada anggota legislatif agar mau menemui dan menyikapi tuntutan mereka. Untuk mengamankan aksi itu, setidaknya puluhan aparat kepolisian diturunkan di depan gerbang DPRD.

ENGGAN TEMUI
Menurut salah seorang staf humas DPRD Sulteng yang enggan dikorankan namanya, mengungkapkan kepada massa, bahwa saat ini Anleg masih berada di luar daerah melaksanakan kunjungan kerja. Menanggapai penyataan tersebut, pendemo melakukan aksi duduk bersama. ‘’Kami tidak akan meninggalkan kantor ini, sebelum salah seorang anggota dewan mau menemui kami, " tandas Moh Jabir.

Setelah melakukan negosiasi bersama, salah seorang wakil aksi diperkenankan memasuki kantor DPRD Sulteng, untuk menyerahkan tuntutan mereka. Rencananya, Senin hari ini, massa akan kembali mendatangi kantor DPRD menuntut realisasi dari tuntutan mereka. Jika akhirnya permintaan tidak dipenuhi untuk ditindak lanjuti oleh para wakil rakyat, aksi massa akan kembali lebih banyak lagi.

‘’Kita telah menyerahkan tuntutan kepada mereka, nomor saya selaku ketua cabang HMI Palu, telah mereka catat. Senin depan kita kembali lagi untuk mendengar tanggapan mereka, " pungkas Moh Jabir.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN