Insiden Dekot Cederai Eksistensi Wakil Rakyat




Reporter: Firmansyah

MENYIKAPI Insiden ‘lempar gelas’  antara Ketua Komisi C, Sofyan R Aswin dengan ketua DPRD Palu, Ishak Cae saat rapat Paripurna mendengarkan nota pengantar Wali Kota tentang APBD-P 2018 kemarin, Ketua Badan Kehormatan (BK) Dekot, Rusman Ramli di ruanganya, Rabu (5/9/2018) mengaku prihatin dan menyayangkan kejadian tersebut. Karena hal itu tidak mencerminkan perilaku atau sikap yang baik sebagai wakil rakyat.

Di samping itu juga kata Rusman, sudah menjadi satu dinamika dalam dunia politik. Di ruang sidang paripurna. Ketika sebuah mekanisme pengambilan keputusan telah dead lock, di sisi lain anggota rapat tidak diberikan ruang untuk menyampaikan maksudnya, olehnya menimbulkan sebuah insiden.

Disoal tentang adanya sanksi kode etik dari BK terhadap insiden tersebut,  anggota Komisi C itu menjelaskan, bahwa BK akan melakukan pemanggilan terhadap Anleg yang bersangkutan dalam memberikan penjelasan terkait pemicu terjadinya insiden. ‘’Setidaknya kami akan memilah serta memanggil anggota dewan yang bersangkutan, untuk mengetahui pangkal dari persoalan itu,’’ ucap Rusman.

Selain itu, lanjut Rusman, akan didiskusikan bersama dengan anggota BK, sehingga bisa diketahui apakah hal itu melanggar kode etik moral. Di sisi lainya, BK juga masih menunggu aduan dari anggota dewan lainya tentang insiden tersebut.

Kronologis kejadianya bermula saat Sekot Asri menyampaikan besaran APBD-P 2018. Setelah pembacaan nota itu, Ketua DPRD Palu Drs H Ishak Cae MSi bermaksud menutup sidang paripurna, karena akan menggelar rapat selanjutnya, yaitu pandangan fraksi terhadap APBD-P 2018.

Namun tiba-tiba anggota DPRD Sophian R Aswin mengajukan Intrupsi. Dia meminta supaya rapat jangan dilanjutkan dulu. Menurutnya, Raperda APBD-P sudah dibahas diberbagai tingkatan, maka ia berharap dewan komitmen supaya jangan lagi ada perubahan. ‘’Untuk itu sebelum pandangan fraksi kita teliti dulu daftar pelaksanaan anggaran (DPA) yang ada,” kata Sophian.

Sophian juga menambahkan agar yang telah disepakati tidak ada lagi perubahan. Karena pengalaman selama ini apa yang dikerjakan Pemkot kadang tidak sesuai dengan apa yang disepakati di Banggar.  ‘’Olehnya sebelum pandangan fraksi dilanjutkan, kita teliti dulu DPA,” ungkapnya.
Permintaan Ketua Komisi C tersebut justru mendapat penolakan dari pimpinan sidang. menurut Ishak, agenda dewan hari ini hanya menanggapi apa yang disampaikan Pemkot dalam nota pengantar APBD. Menyadari hal itu, Sophian naik pitam. Dia tetap bersikukuh meminta DPA diteliti dulu. Dia juga mengatakan apa yang disepakati selama ini bukan itu dikerjakan Pemkot.

“Makanya sebelum sidang berakhir, kita pertanyakan mengenai persoalan,” kata Sophian dengan nada suara yang tinggi. Disebabkan suasana sidang semakin memanas, akhirnya diskorsing selama beberapa menit. Setelah itu, Ishak mengatakan, bahwa apa yang diminta Sophian belum disiapkan Pemkot. Menurutnya, nanti di rapat baru persoalan bisa dipertanyakan. “Demikian sidang hari ini, kita akhiri sidang penyampaian APBD Perubahan 2018,” kata Ishak.

Belum sempat Ishak mengakhiri sambutannya Sophian kembali bersuara. Dia mengatakan bahwa persoalan DPA harus diselesaikan lebih dahulu. Namun Ishak tidak lagi mendengar apa yang disampaikan Sophian. “Pak Ketua saya masih mau bicara, tolong didengar ketua,’’ teriak Sophian. Melihat hal itu, secara spontan, Sophian berdiri dan mengambil gelas yang ada di depannya, setelah itu melemparkanya hingga pecah. Pimpinan sidang mengabaikan apa yang dilakukan Sophian dan memilih menutup sidang. “Ishak Cae ini merasa dewan adalah milik pribadinya sendiri, sehingga dia tidak mendengar apa yang ingin kita sampaikan,” ucap Sophian.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN