Kadis Sosial Prihatin Kondisi Anak di Sulteng



Sumber: Humas Pemprov

KEPALA Dinas Sosial Provinsi Sulteng, Ridwan Mumu sangat prihatin dengan tumbuh kembang anak-anak di Indonesia, khususnya di Sulteng. Salah satunya, masih kurangnya lagu untuk anak-anak saat ini. Sehingga, situasi itulah yang memaksa anak-anak untuk turut menyanyikan lagu-lagu remaja dan dewasa. Pernyataannya itu diutarakan saat Peringatan One Day For Children di Taman GOR Palu Minggu (02/09/2018) kemarin.

Menurut gubernur, yang diwakili Asisten Adminitrasi Umum dan Organisasi, Mulyono, bahwa Keluarga memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang dan kesejahteraan anak. Peran tersebut menjadi tanggung jawab negara, dalam hal ini pemerintah telah berusaha melakukan berbagai inisiatif, bertujuan untuk memberdayakan keluarga miskin atau rentan dalam peningkatan pendapatan keluarga, penyediaan jaringan pengaman sosial yang fokus kepada penyandang masalah sosial.

Kesemuanya dilakukan untuk mendukung pendidikan dan akses terhadap kesehatan dan gizi serta sosial. Di bidang pendidikan misalnya, ada program Kartu Indonesia Pintar. Dan bidang kesehatan ada Kartu Indonesia Sehat. “Pihak pertama yang berkewajiban dalam memberikan perlindungan, pemeliharaan, dan kesejahteraan anak adalah orang tua atau wali. Pada saat orang tua, wali, atau keluarga tidak mampu memenuhi tanggung jawabnya. Maka negara berkewajiban memberikan perlindungan, pemeliharaan, dan kesejahteraan anak”, ungkapnya. 

Gubernur menambahkan, jika pada masa lampau terkait kebijakan kesejahteraan sosial anak hanya terpaku dan fokus di beberapa titik saja, seperti panti sosial anak atau panti asuhan. Maka di masa sekarang kebijakan tersebut sudah lebih baik. Pasalnya, perubahan fundamental telah dilaksanakan guna memperbaiki sistem dan kebijakan tersebut. Mengingat, anak adalah bibit penerus generasi di masa yang akan datang, dan di pundak mereka pula negara ini pada akhirnya akan diemban. 

Hal itu terbukti dengan dituangkannya kebijakan nasional tentang pemenuhan hak anak dalam RPJMN 2010-2014. Serta Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 yang ditindaklanjuti secara lebih rinci oleh Keputusan Menteri Sosial Nomor 15 Tahun 2010. Keputusan tersebut lahir di tengah mendesaknya kebutuhan anak yang cukup memprihatinkan.

Dari data Direktorat Pelayanan Anak pada tahun 2005 silam disebutkan, jumlah keseluruhan anak yang mendapat pelayanan sosial baru 1.186 juta anak. Secara prosentase hanya 6,71 persen dari jumlah anak Indonesia. Kemudian 28 persen anak kurang gizi. Dan 8,8 persen anak Indonesia mengalami gizi buruk. 

“Hari ini One Day For Children untuk memberikan aktualisasi terhadap anak, dan hari ini anak didaulat sebagai tamu kehormatan, semoga kita dapat mengutamakan hak anak di lingkup sosial dan keluarga dalam tumbuh kembang mereka. Dan yang tak kalah penting menumbuhkan kesadaran perlindungan dan pemenuhan hak anak. Anak Indonesia Anak Genius. Aku anak Indonesia Aku Bahagia Dan Sejahtera”, papar mantan Karo Humas itu. 

ODFC diisi dengan penampilan tari modern dari anak-anak asuhan Dinas Kesehatan Provinsi yang bekerja sama dengan Dinas Sosial. Beberapa diantaranya juga menampilkan kebolehannya sebagai mayoret. Anak-anak semakin bergembira ketika Kadis Sosial bersama Wakil Bupati Sigi Paulina dan Jajaran Direksi Bank BNI Cabang Palu secara bersama menyanyikan lagu dan menari diatasi panggung. 

Wabup Paulina yang datang bersama 65 anak dari Palolo dan Sidondo merasa senang dengan penyelenggaraan acara ini. Ia mengapresiasi sekaligus akan mengadopsi acara semacam ini di wilayahnya. Ruang terbuka hijau yang juga terdapat taman bermain khusus untuk anak akan ia usulkan kepada bupati. Sehingga anak-anak di kabupaten Sigi juga dapat menikmati dan bergembira seperti ini.**



Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN