Kesbangpol: Jangan Provokatif Saat Kampanye


Reporter: Firmansyah

PEMASANGAN Alat peraga kampanye partai politik di Palu, diharapkan menggunakan bahasa yang santun dan tidak provokatif. Hal itu diungkapkan kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Palu, Sadly Lesnusa saat rapat koordinasi penentuan lokasi pemasangan alat peraga kampanye dan sosialisasi PKPU Nomor 28 tahun 2018, tentang perubahan atas PKPU Nomor 23 tahun 2018 terkait kampanye pemilu 2019, Selasa (18/9/2018) di Hotel Sutan Raja.

Menurut Sadly seruan itu bertujuan agar tidak menimbulkan konflik di masyarakat. Karena di masa kampanye, tidak menutup kemungkinan menggunakan ungkapan yang bisa memicu gesekan atau pemantik api pertikaian antar peserta Pemilu. Olehnya, dia berharap agar bersama menjaga keamanan dan keteriban,  sehingga tidak terjadi perpecahan.

Selain itu, Kesbangpol sendiri merupakan mata dan telinga dari pemerintah dalam menciptakan kedaulatan di wilayah masing-masing  daerah. Untuk pelaksanaan pemilu, Kesbangpol juga berkompoten dalam memantau jika ada gejala intoleran yang terjadi di masyarakat.

Kesbangpol juga berfungsi sebagai fasilitator dan koordinator dalam hal penyelenggaran idiologi dan kewaspadaan, wawasan kebangsaan, politik dalam negeri, ketahanan seni budaya agama dan ekonomi Bangsa. ‘’Kami berharap dalam masa kampanye nanti, tulisan yang ada di baliho maupun alat peraga lainya jangan bernada provokatif. Gunakan bahasa yang mendidik dan sesuai budaya orang timur. Karena hal itu bisa menimbulkan kontroversi maupun konflik bagi peserta pemilu, akibatnya akan menyeret masyarakat lainya untuk terlibat, sehingga bisa memevah belah kesatuan bangsa,’’ pinta Sadly.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN