KORUPSI FESTIVAL BAJO PASAKAYANG Belum Ada Tersangka Lain


 
Reporter/morowali : bambang sumantri

KASUS Dugaan korupsi dana pelaksanaan Festival Bajo Pasakayang hingga saat ini belum ada tersangka lain. Hal itu dikatakan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Kabupaten Morowali, Yuniarto usai melakukan penahanan terhadap mantan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Morowali, Halim pada Senin lalu.

Berikut penjelasan Yuniarto terkait jalannya proses penanganan kasus tersebut. Pada tahun 2015, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali mengadakan kegiatan Festival Bajo Pasakayang dengan anggaran Rp879.000.000,- yang melekat di Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata.

Tersangka Halim selaku Kepala Dinas merangkap sebagai Kuasa Pengguna Anggaran, menggunkan Event Organizer (EO) untuk melaksanakan kegiatan Festival Bajo Pasakayang, yaitu PT Panterai dengan kesepakatan biaya sejumlah Rp252.000.000,-.

Namun pada laporan pertanggungjawaban, tersangka memerintahkan PPTK, Ariesty Briyana Sundus untuk membuat laporan pertanggung jawaban fiktif dengan menggunakan nama CV Arrahman sejumlah Rp400.000.000,- dimana cap dan tanda tangan direktur CV Arrahman dipalsukan.

Pada saat dilakukan pemeriksaan oleh BPK perwakilan Provinsi Sulteng ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp534.000.000,- dengan perincian kegiatan fiktif yang dilaksanakan CV Arrahman sejumlah Rp400.000.000,- ditambah Rp134.000.000,- yang tidak ada pertanggung jawabannya.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN