NasDem Godok Bacaleg Pengganti Tahmidi


  

Reporter: Ikhsan Madjido

BAKAL Calon anggota legislatif (bacaleg) dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang juga Ketua DPW NasDem Sulteng, Tahmidi Lasahido meninggal dunia. Komisi Pemilihan Umum memastikan parpol dapat mengganti nama yang bersangkutan. Partai NasDem Sulteng pun mulai menggodok bacaleg pengganti almarhum Tahmidi Lasahido. Ada 3 nama yang sedang diproses.

“Sementara proses untuk pengganti bacaleg dapil 5. Insya Allah rampung sebelum tanggal 9 September ini,” kata Ketua Pelaksana Tugas DPW NasDem, Aristan, di Kantor DPW NasDem, Kamis (6/9/2018). Terkait nama pengganti, Aristan mengatakan belum bisa dipublikasikan. “Karena belum dipastikan, nama kita simpan dulu. Yang jelas penggantian ini untuk memperkuat perolehan suara di Touna, Poso, Morowali dan Morut,” kilahnya.

Terpisah, Ketua KPU Sulteng, Tanwir Lamaming mengatakan, sesuai peraturan, almarhum Tahmidi Lasahido dapat digantikan dengan nama baru. Parpol pengusung tinggal menyerahkan calon pengganti beserta persyaratan sebagaimana telah ditetapkan.

"Berkas calon pengganti almarhum Tahmidi daftarkan melalui alur dari awal pendaftaran, sesuai yang diatur petunjuk teknis (juknis),” kata Tanwir. Penggantian ini diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPD dan DPRD. Dalam Pasal 23 dijelaskan, bacaleg yang sudah ditetapkan sebagai Daftar Caleg Sementara (DCS) dan meninggal dunia, bisa diganti.

Pergantian dilakukan sebelum adanya penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) yang rencana akan dilakukan pada Kamis (20/9). Sebab, jika sudah ditetapkan DCT, maka tidak boleh ada perubahan terhadap Bacaleg. "Kalau meninggal, maka diperbolehkan sebelum DCT, batas waktu sampai tanggal 14 September," tambahnya.

Jika parpol mengusulkan pergantian, maka secara otomatis penggantinya berhak mendapatkan nomor urut sebelumnya, tapi jika tidak ada pergantian, maka suara yang didapatkan akan menjadi milik bacaleg yang posisi jumlah suaranya di peringkat kedua.

“Kalaupun tidak diganti juga te apa-apa, paling nama dia muncul di DCT, kalaupun nanti yang bersangkutan mendapatkan suara atau kursi tentu secara otomatis masuk pada caleg yang perolehan suaranya nomor 2. Ya kalau diganti tentu ini tidak akan mengubah nomor urut,” terangnya.
Tapi Tanwir menegaskan, jika ada pergantian maka caleg yang penggantinya mesti caleg yang baru atau belum pernah mencalonkan diri.

“Kalau misalkan dari NasDem nomor urut 1 berarti penggantinya nomor urut 1, tentu dia tetap melampirkan persyaratan seperti semula sesuai dengan seseorang mendaftarkan. Tetapi sesuai pasal 23 PKPU 20 tahun 2018 yang mengganti itu bacaleg yang baru, bukan yang pernah mencalonkan,” tegasnya.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN