Penderita Kanker Payudara Butuh Bantuan


Ny Suaeba Penderita Kangker Payudara  membutuhkan bantuan

Reporter/morowali: Bambang sumantri

SUAEBA, Warga Desa Sakita Kecamatan Bungku Tengah harus terbaring lemah di kamar tidurnya. Ia kini tak lagi kuat untuk beraktifitas akibat kanker payudara stadium empat yang dideritanya sejak lima tahun terakhir.

Pada tahun 2015 silam, ia sempat berobat lanjut ke salah satu rumah sakit besar di Kota Makassar Sulawesi Selatan dengan bantuan berbagai pihak. Saat itu kanker payudara yang sudah sangat parah berpusat di payudara sebelah kirinya sehingga harus menjalani kemotherapy.

Namun karena keterbatasan biaya hidup, ia dan suaminya pun harus memutuskan untuk pulang ke Morowali setelah 10 bulan berada di Makassar. Karena berobat yang tidak tuntas, lukanya kini semakin melebar dan bernanah, bahkan sudah menjalar hingga ke atas payudara bagian kanannya.

Ia dan suami hanya bisa pasrah menunggu uluran tangan dari warga yang ikhlas membantu karwna penghasilannya sebagai buruh bangunan tak mencukupi. Sang anak perempuannya, Julianti yang sudah duduk di bangku kelas III SMK Negeri Bungku Barat harus berhenti sekolah karena menjaga sang ibu pada pagi hingga sore hari saat ayahnya berangkat kerja.

Suami Suaeba, Kisman mengaku telah dua kali membawa istrinya ke Puskesmas dan telah diberikan rujukan untuk segera berobat lanjut ke Makassar, tapi harus ditunda karena keterbatasan biaya. ‘’Saya sudah dua kali diberikan rujukan untuk berobat lanjut ke Makassar, tapi masih saya tunda karena tidak ada biaya, kalau cuma berobat mungkin bisa gratis karena ada Kartu Indonesia Sehat (KIS), tapi kasian kebutuhan hidup di Makassar tidak cukup, apalagi kami tidak ada keluarga di sana, jadi harus sewa kost yang dekat dengan rumah sakit supaya tidak makan biaya" ungkapnya.

Ia juga menguraikan saat berobat pada tahun 2015, sewa kost pe bulan mencapai 500 ribu rupiah. "Ada rumah singgah di sana, tapi agak jauh dari rumah sakit dan harus naik bemtor ke rumah sakit, biayanya 20 ribu sehari, jadi kalau dihitung-hitung hampir sama dengan biaya kost, kalau kost dekat dari rumah sakit, jadi bisa jalan kaki," urainya.

Saat ini, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia dan keluarga hanya mengandalkan bantuan dari warga. Kepala sekolah SMK Negeri Bungku Barat, Muhammad Nurlin mengatakan bahwa pihaknya terpaksa harus memberikan kebijakan terhadap muridnya karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk bersekolah.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN