PTKI Perlu Memiliki Daya Saing dan Daya Tawar Ekonomi




Reporter: Yohanes clemens

MELIHAT Tantangan yang semakin tinggi saat ini, Direktur Pendidikan Tinggi Kegamaan Islam (PTKI), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Prof Dr Arskal Salim, memberi memotivasi mahasiswa baru  Intitut Agama Islam Negri (IAIN) Palu, Sulteng untuk berdaya saing.

Menurut Arskal, PTKI perlu memiliki daya tawar secara ekonomi, perlu memberikan edukasi politik yang bermartabat, berfokus pada kesatuan bangsa serta toleransi pada perbedaan. Perlu terintegrasi dengan teknologi informasi (e-learning, mobile learning, online course), perlu mendorong kajian interdisipliner, lintas wilayah, lintas budaya, serta lintas negara, dan perlu melakukan penguatan terhadap nilai agama Islam, pendidikan karakter, budaya lokal Indonesia, serta budaya Islam Indonesia.

‘’Mahasiswa adalah generasi milenial, generasi produktif. Hitungan produktif sejak mereka masuk sekolah menengah. Ditangan merekalah perubahan," ujarnya (7/9/2018) saat menyampaikan kulia umum di kampus IAN Palu.

Arskal juga mengatakan, bicara mengenai milenial maka harus berbicara tentang bonus demografi dan perubahan. Sebab, mahasiswa yang umumnya merupakan generasi milenial menjadi harapan perubahan ke depan. Fakta saat ini, urai dia 32 persen (81 juta dari 255 juta) penduduk Indonesia pada 2017 adalah generasi milenial. Populasi milenial akan bertumbuh hingga sebesar 60 persen dari total populasi pada tahun 2020.

‘’Pada tahun 2016/2017, mahasiswa PTKI yang juga generasi milenial berjumlah total 802.637 yang tersebar di 744 PTKI negeri dan swasta. Kemudian bangsa dan generasi milenial memasuki era industri 4.0 dengan peluang dan tantangan yang sangat jauh berbeda dengan beberapa tahun yang lalu."

"Maka apa saja tantangan yang dihadapi oleh PTKI saat ini terkait dengan peningkatan populasi generasi milenial di era industri 4.0, bagaimana PTKI merespon dan beradaptasi dengan karakteristik generasi milenial ini, bagaimana nilai-nilai keislaman di lingkungan PTKI ditanamkan pada generasi milenial ini secara relevan dan kontekstual, bagaimana PTKI menyiapkan muslim milenial untuk era industri 4.0, maka inilah tantangan yang kita hadapi," ungkapnya.

Arskal menambahkan, industri 4.0 melahirkan sebuah era yang ditandai dengan disrupsi teknologi yang kemudian menghasilkan model bisnis baru yang inovatif dan progresif. Pada sisi pendidikan, inovasi seperti MOOC (massive open online course) sudah menjebol sekat antarnegara sehingga setiap orang bisa belajar dari mana saja dan kapan saja. Karena itu ketika ruang kelas sudah mengalami evolusi teknologi yang luar biasa dan mahasiswa (generasi milenial) sudah melesat menjelajah ilmu di dunia maya.

"Sehingga, penanaman nilai-nilai keislaman di lingkungan PTKI adalah, dengan memaksimalkan pendidikan agama sebagai benteng kepribadian dan pembekalan hidup untuk andil dalam persaingan di kancah dunia. Kemudian untuk meneguhkan nilai keislaman pada generasi milenial salah satu yaitu dengan waktu yang banyak terkoneksi ke internet, milenial bisa diberikan eksposur pada tokoh, kejadian, inovasi, sejarah, peradaban Islam dari seluruh dunia, serta mendorong milenial untuk lebih mengenali Islam yang ada di Nusantara," imbaunya.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN