STEMPEL PALU ARIT MUI Desak Polisi Bertindak Tegas


 

Reporter/morowali: Bambang sumantri

TERKAIT Beredarnya stempel Palu Arit di PT CRCC yang terletak di Desa Bahomatefe beberapa waktu lalu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Morowali mengelar dialog lintas agama, Rabu (5/9/2018).

Dialog berlangsung di aula Kantor Kementrian Agama Kabupaten Morowali, dipimpin Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Morowali, Ahmad Husni, didampingi Ketua FKUB Morowali, H.Basir Salam, Kasat Intel Polres Morowali, AKP Zaenuddin dan perwakilan Badan Kesbangpol.

Peserta terdiri dari perwakilan umat beragama, yakni Islam dari beberapa organisasi (MUI, GP Ansor), sejumlah Ustadz, pendeta Kristen, pemuka agama Hindu, tokoh agama Budha yang ada di Kabupaten Morowali.

Kasat Intel Polres Morowali AKP Zainuddin menyambut baik dan mengapresiasi adanya kegiatan dialog antar agama, yang merupakan inisiatif  pihak FKUB Morowali. Ia mengutarakan kembali bahwa sesuai hasil ivestigasi pada tanggal 20 Agustus 2018 lalu, pihaknya mendapatkan informasi beredarnya stempel berlogo palu arit dan langsung bergerak menuju TKP.

Dari pengakuan pihak perusahaan, stempel palu arit hanya digunakan untuk urusan internal PT CRCC yang ada di Indonesia dengan PT CRCC yang ada di Thiongkok, sementara urusan di Indonesia, stempel yang digunakan berlambang bintang. "Kenapa stempel itu bisa keluar, menurut manajemen PT CRCC, stempel berlogo palu arit tersebut digunakan untuk keperluan mengurus BPJS" katanya.

Hingga saat ini kata Zainuddin, pihaknya masih mendalami kasus tersebut dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 27 tahun 2009. "Sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan, dengan berdasar pada Undang-Undang Nomor 27 tahun 2009, menyebarkan dan mengembangkan paham inilah yang terus kita lakukan pendalaman, dalam hal penyelidikan, tim pusat sedang melakukan pengkajian terkait stempel tersebut," jelasnya.

Diwawancara secara terpisah pada Kamis (6/9/2018), Sekretaris MUI Kabupaten Morowali, Abdul Razak mengatakan bahwa MUI mengecam adanya stempel tersebut karena logo palu arit tentunya sudah tak perlu dijelaskan lagi identik dengan PKI di masa lalu.

Olehnya itu ia mendesak kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas pelakunya, agar jangan sampai nantinya sejarah kelam terulang kembali dimana para ulama dibantai dan para kyai dikejar-kejar. "Munculnya logo palu arit ini membangkitkan semangat kami untuk melawan paham komunis, kami hanya minta aparat bertindak tegas, jangan sampai sejarah kelam terulang lagi," ujarnya.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN