TIPIKOR POLDA PERIKSA PROYEK IRIGASI DESA LIJO MORUT


ANGGARAN 3,2 M, DIANGGAP TIDAK MEMPUNYAI AZAS MANFAAT
.
Reporter: Pariaman Tambunan

Lagi-lagi Team Tipikor Polda Sulteng yang dipimpin langsung oleh Ditreskrimsus AKBP Teddy Salawati memeriksa  pekerjaan proyek pembangunan irigasi yang menelan biaya Rp 3,2 M anggaran tahun 2017 yang berada di desa Lijo kecamatan Mamosalato Morut pada rabu (19/09/2017) yang tidak tepat sasaran.

Menurut Teddy pekerjaan proyek irigasi ini sangatlah tidak bermanfaat bagi masyarakat, karena efek dari proyek pembangunan irigasi ini jadinya menyengsarakan masyarakat serta menghambat perekonomian warga.

Anggaran 3,2 M itu seharusnya sudah layaklah irigasi ini di bangun, demi untuk mensejahterakan warga khususnya petani sawah di desa Lijo ini, akan tetapi malah menjadi penghalang bagi warga untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari ujar Teddy. Untuk itu ini harus kami tindak lanjuti dengan cepat dan tegas, akan kami usut sampai tuntas siapa-siapa yang berperan di balik proyek pembangunan irigasi yang tidak bermanfaat ini.

Sebab ada dugaan memperkaya diri sendiri dan merugikan uang negara di pekerjaan irigasi ini. Jadi tujuan utama kami turun langsung cek kelapangan untuk lakukan pemeriksaan awal pekerjaan proyek pembangunan irigasi ini dan selanjutnya akan kami turunkan secepatnya team ahli untuk menghitung kerugian negara, karna di balik proyek pembangunan irigasi ini ada dugaan korupsi ujar Teddy.

.
Salah satu warga desa lijo atas nama Pakata  menyampaikan sebelum irigasi ini di bangun masyarakat yang mempunyai lahan sawah sebanyak 50 ha, yang di aliri air dari pegunungan ini masih bisa panen padi dua kali dalam setahun, menikmati hasil bumi demi untuk kebutuhan hidup sehari-hari, namun sekarang setelah terbangunnya irigasi ini masyarakat jadi sengsara yang mempunyai lahan sawah hanya mengharapkan air hujan, sekali dalam setahunpun belum tentu bisa panen padi ujar pakata dengan kesal sambil meneteskan air mata.

Dua minggu yang lalu Bupati Aptripel datang kesini melihat irigasi ini, kami sempat senang dengan kedatangannya Aptripel dengan harapan irigasi ini akan di perbaiki, akan tetapi hanya melihat irigasi yang di bangunnya ini saja untuk sengsarakan masyarakat lijo dan lewat begitu saja, seakan-akan tidak merasakan beban yang kami alami gerutu pakata. Seharusnya pemerintah morut ini mensejahterakan masyarakatnya, ini bahkan sebaliknya mensengsarakan masyarakatnya.

Hari ini kami warga di sini sudah sangat senang atas kedatangan Tipikor Polda Sulteng untuk melihat dan memeriksa irigasi yang tidak mempunyai azas dan manfaat ini, artinya sudah mulai ada titik terang mengungkap ada apa di balik pembangunan proyek irigasi ini. kalau menurut saya sebagai perwakilan masyarakat lijo khususnya petani persawahan lebih baik irigasi ini di robohkan supaya para petani sawah yang mengharapkan air dari sini untuk mengairi persawahannya bisa kembali bercocok tanam, serta bisa kembali panen dua kali dalam setahun kata pakata.

Sangat Aneh proyek irigasi ini kami lihat, seharusnya air mengalir melewati dari irigasi dan apabila para petani sawah membutuhkan air ada cadangan air di irigasi tersebut. Pada musim kering begini klep irigasi bisa di buka airnya mengalir dan bisa dipergunakan para petani ke sawahnya, tapi ini lucu, masak sekarang air mengalir dari samping irigasi ada-ada saja proyek ini aneh kata pakata dengan heran. ***

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN