Wisatawan ke Banggai Masih Rendah



Reporter/luwuk: Imam muslik

SESUAI DATA, Kunjungan kepariwisataan di Kabupaten Banggai terjadi peningkatan, namun belum memberikan kontribusi yang signifikan pada pendapatan daerah dan pembiayaan pembangunan. Sesuai data Ditjen Imigrasi dan BPS tahun 2017, yang diolah kembali Asdek Litbang Jatpar Kemenpar bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari pintu masuk dan berkebangsaan melalui Bandar Udara Sam Ratulangi Manado, Sulut  sebanyak 62.855 orang. Mereka berkebangsaan Tiongkok. Sedangkan melalui pintu masuk bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebanyak 926 wisatawan berkebangsaan Malaysia.

Dari angka itu, diharapkan 50–60% dapat lanjut perjalanan ke Kabupaten Banggai karena Manado dan Makassar adalah akses setiap hari ke Luwuk dan terjadi aktivitas bahkan sampai 4 kali penerbangan. Demikian dikatakan Ketua rapat kerja (Raker) PHRI (persatuan hotel dan restoran Indonesia) Banggai, Ny Rampia Laamiri, S.Sos  Rabu (12/09/2018) di Luwuk.

Ia juga meminta agar masalah pariwisata tidak diselesaikan dengan cara parsial, tetapi diperlukan kebersamaan dalam bahasa bergerak dan langkah. Peran PHRI sangat dibutuhkan sesuai pembentukan yang telah dikukuhkan Bupati Banggai 12 Agustus 2018 lalu. Hadir dalam acara itu Bupati Herwin Yatim, Wakil Bupati Mustar Labolo, Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, perwakilan pemilik hotel, restoran se Kabupaten Banggai.

Rampia Laamiri melaporkan pula bahwa pengembangan kepariwisataan memainkan peranan sangat penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi di suatu daerah. Prioritas pembangunan pariwisata itu terdiri dari pengembangan perwilayahaan, pengelompokan daya tarik wisata, Pengembangan produk wisata dan Pengembangan jaringan transportasi aksebilitas antar kawasan daerah dan International.

Kepariwisataan secara fakta merupakan salah satu lokomotif ekonomi di Indonesia termasuk Kabupaten Banggai dan kita tidak bisa tutup mata dan berdiam diri dengan sumber daya alam yang kita miliki sekarang.

Bupati mengaku saat ini pihaknya berupaya untuk menata pembangunan dari berbagai sektor unggulan, termasuk di antaranya adalah pembangunan sektor industri usaha dan kepariwisataan. Saat ini menghadapi tantangan yang cukup berat dengan daya saing pengelolaan usaha pariwisata di bidang perhotelan, rumah makan café dan restoran.

Dengan Raker PHRI ini dapatlah dipandang sebagai momen penting untuk dilaksanakan karena merupakan media bagi para peserta rapat untuk menyampaikan berbagai persepsi maupun analisis tentang permasalahan yang ditemui terkait dengan kebijakan yang telah dilakukan. Pada gilirannya dapat dijadikan sebagai tolak ukur sekaligus sebagai wahana untuk mencarikan solusi dalam memecahkan permasalahan.**




Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN