Gubernur Apresiasi Tingginya Tingkat Kehadiran ASN Hadiri Upacara Sumpah Pemuda.




Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si memberikan apresiasi atas tingginya tingakat kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang secara sadar mengikuti upacara dalam rangka Hari Sumpah Pemuda yang ke-90, meskipun sejumlah ASN memiliki tempat tinggal porak-poranda akibat gempa dan tsunami bulan lalu, bahkan diyakini sebagian diantaranya masih tinggal di tenda pengungsian.

Tercatat, ratusan hingga ribuan ASN yang berasal dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Sekertariat lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengikuti upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-90 dengan inspektur upacara Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si, bertempat di Halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin 29 Oktober 2018.

Pada kesempatan itu, gubernur juga memberikan santuanan duka-cita kepada ASN yang meninggal dunia, yang secara simbolis di terima oleh lima orang keluarga korban dari 43 orang ASN yang tercatat sebagai korban meninggal dunia berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Kepegawaian Daerah Sulawesi Tengah.

Kelima ASN korban meninggal dunia dimaksud yakni Kepala Sub Bagian Keuangan dan Aset Badan Kesbangpol Daerah Sakina, Kepala Seksi Pengembangan Geologi dan Air Tanah Orisa Bagus Budisetiawan, Staf Inspektorat Daerah St. Nurjannah Laratu, Staf Bappeda Rusdin, Staf Dinas Promosi dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Zuraidah.

Sebagai wujud berbelasungkawa, gubernur mengajak kepada seluruh peserta upacara untuk mendoakan ASN dan masyarakat Sulawesi Tengah yang turut menjadi korban pada musibah tersebut, yang dipandu dengan Surat Al-Fatiha berdasarkan syariat Agama Islam.

Dalam sambutannya, gubernur memembacakan sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Imam Nahrawi ke-90 mengambil tema “Bangun Pemuda Satukan Indonesia”. Tema itu diambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing, namun pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dan hoax, ujaran kebencian, pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya apabila kaum muda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan serta kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara.

Revolusi mental yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo amatlah relevan dalam mewujudkan pemuda yang maju. Ciri pemuda yang maju adalah pemuda berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing. Oleh karena itu revolusi mental harus dapat kita jadikan sebagai pemicu untuk mempercepat terwujudnya pemuda yang maju. Dengan mewujudkan pemuda yang maju berarti kita dapat menghasilkan bangsa yang hebat.

Pemuda-pemuda hebat Indonesia telah lahir dan mampu berkompetisi di kancah Asia. Perhelatan Asian Games 2018, atlet-atlet muda Indonesia berhasil bersaing dengan bangsa-bangsa Asia, dan berhasil menduduki peringkat ke-4, serta di ajang Asian para games 2018 para atlet kita berhasil menduduki peringkat ke-5. Ini adalah sejarah baru kebangkitan olahraga indonesia serta harus dijadikan momentum untuk terus membangun optimisme pemuda indonesia dengan bekerja keras mewujudkan prestasi di berbagai bidangnya.

Tahun 2019, lanjut gubernur bangsa Indonesia akan menggelar hajat besar pesta demokrasi untuk memilih dan menentukan pimpinan nasional dan daerah yaitu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, anggota legislatif baik DPR RI, DPD RI, DPRD Tingkat I dan DPRD Tingkat II. Untuk itu peran dan tanggung jawab pemuda dalam menyukseskan proses pemilihan umum nanti, amat sangat dibutuhkan. Partisipasi aktif pemuda dalam pemilu 2019 perlu ditingkatkan untuk mewujudkan pemilu yang damai, kredibel, dan berkualitas.

Kalau pemuda generasi terdahulu sebut gubernur mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik.

“Wahai pemuda Indonesia, dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, tekad, dan cita-cita, pengorbananmu tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia” ujar gubernur dalam sambutan Menpora Imam Nahrawi.

(Biro Humas dan Protokol)



Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN