Jokowi Didesak Putihkan Hutang Korban Gempa


reporter/palu    : andono wibisono
PENANGANAN Bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di tiga kabupaten/kota di Sulawesi Tengah memasuki masa tahap transisi tanggap darurat. Masa transisi itu 60 hari hingga 25 Desember 2018 mendatang. Hal yang terpenting harus segera dilakukan adalah pemutihan hutang para debitur Pasigala (Palu, Sigi dan Donggala). Demikian dikatakan inisiator Forum Debitur Korban Pasigala (FDKP), Faisal dan Irfan Lembah pada kailipost.com Minggu (28/10/2018) lalu ketika refleksi sebulan bencana tersebut.

Menurut Faisal, mengapa pemerintah menambah waktu penanganan tanggap darurat?  Menurutnya, resume hasil Rapat Evaluasi Lengkap seluruh stakeholders bersama Menkopolhukam & BNPB pusat serta pihak pihak terkait; termasuk OJK & BI, menyebut bahwa penambahan waktu 60 hari membuktikan bahwa bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi berskala nasional. Bahkan penanganannya sama dengan bencana yang ditetapkan sebagai bencana nasional.

‘’Ini membuktikan bahwa sendi-sendi perekonomian, sosial, pendidikan dan kemanusian penting. Sekali lagi penting dilakukan untuk mengembalikan tiga daerah itu dapat segera bangkit,’’ terangnya. Akunya, bencana yang berskala besar dan nasional ini akibat tiga daerah di Sulteng luluh lantah. Baik sosial, kemanusian, pendidikan, dan yg terutama adalah perekonomian.

Irfan Lembah memastikan bahwa laporan Triwulan keempat 2018 Provinsi Sulteng tingkat pengangguran di tiga wilayah itu naik tajam. Di Sulteng juga angka pengangguran naik seiring dg naiknya kemiskinan.  Di sisi lain, Pemprov memperoleh bantuan dana luar dan dalam negeri. Dana itu pasti akan dikelola untuk penanganan korban terdampak bencana. ‘’Kami akan menuntut agar hutang-hutang korban terdampak bencana di Pasigala baik TNI, Polri, ASN dan swasta diputihkan. Kami akan menemui gubernur, DPRD dan pihak otorita keuangan yaitu BI dengan jumlah massa yang besar. Kami juga meminta Presiden Jokowi turut serta turun tangan menyelelsaikan ini,’’ tandas Irfan.

Membenahi perekonomian Pasigala akibat bencana 7,4 SR agar bangkit secara eskalatif jangan sampai terjebak pada retorika belaka. ‘’Jangan jadi retorik atau jualan politik. Ini jualan untuk bangkit dari bencana. Omong kosong dapat bangkit kalau dibebani hutang di perbankan,’’ tandasnya. 

Menurut Irfan, banyak teori pemberdayaan. ‘’Saya tidak ingin membandingkan antara satu teori dengan teori empowering lainnya. Karena dari sudut pandang tertentu pasti ada kelebihannya. Secara harfiah manusia akan siap kembali bangkit dan mudah menata kehidupannya, apabila tidak memiliki beban bawaan yg berdampak menjadi beban masa depan.


Beban masa lalu baik psikis, mental dan ekonomi akan berkontribusi melambankan perubahan sikap dan prilaku seseorang untuk kembali bangkit. ‘’Pada titik ini sangat penting kita duduk bersama. Mengajak pemerintah untuk bersama sama melakukan percepatan kebangkitan korban Pasigala.’’ Tutupnya. 


Menurut informasi dana bantuan tunai dari luar negeri melalui kementrian keuangan RI. pihak Pemprov Sulteng hanya menerima laporan dan bukti penyerahan saja. Untuk dana yang dikirim langsung dan diantar pemda lainnya, masuk pada rekenign PEDULI SULTENG di Bank Pembangunan Sulteng. ‘’Untuk mengetahui jumlahnya bisa konfirmasi melalui Bank Sulteng, atau BPBD Sulteng,’’ ujar Karo Humas Pemprov Haris Kariming.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN