Operasi Zebra Pasigala Beri Dispensasi


reporter: firmansyah

PELAKSANAAN Operasi Zebra yang dimulai 30 September hingga 12 Nopember 2018 mendatang di wilayah Sulteng, khususnya di wilayah terdampak gempa tsunami dan likuifaksi sebaiknya pihak kepolisian memberikan dispensasi. Atau kebijakan yang tidak dapat disamakan dengan daerah yang normal.   

Hal itu diusulkan anggota Dekot, Hamsir BE di ruanganya, Selasa (30/10/2018) kepada kaili post. Ia mengungkapkan agar warga yang berada di wilayah Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) sebaiknya diberikan kebijakan, atau dispensasi. Alasannya, menimbang dari beberapa wilayah yang terkena dampak gempa bumi tsunami maupun Likuifaksi, mayoritas rumahnya lenyap. Otomatis semua harta benda dokumen berharga, termasuk surat kendaraan dipastikan hilang.

‘’Hal ini ibaratnya seperti dua sisi mata pisau, di satu sisi, operasi tersebut sudah merupakan kewajiban dan agenda tahunan dari kepolisian. Di sisi lain banyak masyarakat yang terdampak bencana alam kehilangan harta bendanya, termasuk dokumen kendaraan. Sebaiknya kepolisian menyikapi hal ini dengan bijaksana. Utamanya kepada warga yang berada di Kota Palu, " ungkap Hamsir.

Anggota Komisi C tersebut juga menambahkan tujuan dari kepolisian untuk mengantisipasi dan menyikapi adanya kehilangan kendaraan sewaktu bencana alam patut diberikan apresiasi. Namun hal itu seharusnya melihat kondisi saat ini. Meskipun tanggap darurat telah usai. Tapi persepsi masyarakat tentunya tidak memberikan respon yang positif.

‘’Menurut hemat saya, kalau bisa, operasi Zebra khususnya untuk wilayah kota Palu, sebaiknya ditunda saja dulu. Menimbang situasi dan kondisi masyarakat saat ini masih berduka, " tutup Hamsir.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN