Pemkab Terima Kunker, Tiga Topik Dibahas


 
Reporter : bambang sumantri

WAKIL Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Akram Kamarudin bersama sejumlah anggota menggelar koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali. Pertemuan berlangsung di aula kantor bupati kompleks perkantoran Bumi Fonuasingko (26/10) lalu, dipimpin langsung Bupati Taslim.

Taslim menyampaikan rasa haru atas kunjungan guru politiknya dan akan memberikan wejangan kepada Pemkab Morowali sebagai salah satu bentuk koordinasi. Ada beberapa hal yang juga disampaikan Taslim, antara lain mengenai kebijakan pendidikan menengah sehingga di tingkat SMA yang sebelumnya gratis, setelah diambil alih pemprov harus membayar iuran.

Hal lain yang juga disampaikannya adalah terkait perizinan pertambangan, dimana beberapa masalah mulai muncul karena tidak adanya koordinasi yang baik antara Pemkab dan Pemprov. ‘’Sebagai salah satu contoh adalah masalah izin galian C, persoalan antara masyarakat dengan pengusaha sudah sampai ke pengadilan, tentunya ini harus kita komunikasikan lagi dengan Pemprov sehingga masalah bisa diselesaikan," jelasnya.

Taslim juga menambahkan, bahwa pihaknya meminta kepada anggota DPRD Sulteng untuk meninjau daerah kepulauan yang ada di Kabupaten Morowali karena saat ini banyak terjadi pemboman ikan. ‘’Pemboman ikan ini sangat mengganggu penghasilan ekonomi nelayan, laporan yang ki terima dari masyarakat sana, bahwa sudah marak pemboman ikan terjadi, mudah-mudahan, anggota DPRD Provinsi bisa ditinjau di lapangan dan kemudian ditindaklanjuti kepada Pemerintah Provinsi" ujarnya.
Menanggapi masukan dan permintaan Pemkab Morowali, Akram Kamarudin menjelaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjutinya. ‘’Tujuan kami ini, dalam rangka mengkoordinasikan dan mengkonsultasikan beberapa yang sudah menjadi Tupoksi DPRD provinsi. Mengenai pendidikan menengah, alhamdulillah 2019 banyak SMA mendapat bantuan DAK dari pusat salah satunya untuk Kabupaten Morowali," jelasnya.

Terkait aktivitas galian C yang diduga banyak ilegal tersebut, Akram Kamarudin menegaskan bahwa pihaknya juga sudah menemukan adanya aktivitas galiac C yang ilegal dan mengganggu kenyamanan masyarakat. ‘’Dalam reses kami sempat menemukan aktivitas galian C di sungai Desa Karaupa Kecamatan Bumi Raya, aktivitas galian C itu, aktivitas itu membuat masyarakat merasa tidak nyaman karena membuat air di bendungan menurun, kami sudah menyarankan pihak pelaksana galian C itu, agar pindah dari pintu bendungan itu" ungkapnya.

Pada sektor kelautan dan perikanan, Akram Kamarudin mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan kepada Polda Sulteng untuk meningkatkan pengawasan kelautan dan perikanan di wilayah kepulauan yang ada di Kabupaten Morowali.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN