Pemkot Palu Didesak Tutup Lokasi Maksiat

Reporter: Firmansyah
PALU (Kaili Post) - Musibah bencana alam yang menimpa Kota Palu dan sekitarnya akhir September lalu merupakan teguran Allah SWT, karena banyak melakukan perbuatan yang tidak patut. Olehnya itu salah satu anggota DPRD Kota Palu mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Palu agar menutup lokasi maksiat.

"Menyikapi bencana yang terjadi beberapa waktu lalu, saya berharap agar semua yang berbau kemaksiatan, seperti Tondo kiri, kupon putih, panti pijat untuk segera ditutup," pinta anggota Komisi A DPRD Palu, Bey Arifin kepada Kaili Post di gedung DPRD, Senin (22/10/2018).

Menyitir salah satu pernyataan Sayidinah Umar bin Khattab, Ra,  saat mendatangi sebuah wilayah yang terkena bencana alam. Bey membeberkan bahwa sahabat Nabi Muhamad tersebut tidak menanyakan berapa jumlah umat yang tewas, serta kerugian harta banda. Namun Khalifah itu bertanya dosa apa saja yang pernah dilakukan penduduk negeri itu.

Dari hadits tersebut, Bey menegaskan jika kemaksiatan tetap ada di wilayah Sulteng, kota Palu khususnya. Tidak akan menutup kemungkinan bencana alam lainya pasti akan diturunkan oleh Allah. "Allah akan murka lagi, dengan menurunkan bencananya. Mungkin bukan Tsunami atau Likuifaksi lagi. Tapi bisa saja dengan bencana alam lainya," ungkapnya.

Bencana alam tersebut juga tutur Bey, merupakan Muhasabab atau evaluasi kepada segenap masyarakat. Untuk intropeksi diri, serta bersama-sama membenahi diri dari perbuatan yang dapat memicu murka Allah SWT.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN