Posko Relawan Sulteng Bergerak Kritik Pemda


 
reporter: firmansyah

MENYIKAPI Bencana alam gempabumi,  tsunami dan likuifaksi, Posko Relawan Sulteng Bergerak mengeritik pemerintah daerah. Dalam jumpa pers bersama sejumlah media, Senin (29/10/2018) di Jalan Rajawali Palu.

Beberapa item masukan tersebut di antaranya adalah mengkritisi terkait penanganan mitigasi bencana. Dimana sejak awal, pemerintah daerah tidak membuat peta wilayah rawan bencana, pembuatan bangunan tahan gempa, penanaman pohon bakau, memberikan penyuluhan dan meningkatkan kesadaran masyarakat yang bermukim di daerah rawan gempa serta simulasi penanganan gempa kepada masyarakat.

Karena diketahui bahwa Sulteng sendiri merupakan jalur patahan Palu-Koro. Dimana potensi bencana gempa bumi relatif  kerap terjadi setiap saat. Mitigasi yang harus dilakukan, seperti lokasi aman tsunami, memberikan informasi dalam bentuk peta yang berpotensi Likuifaksi kepada masyarakat, memberikan

Mengabaikan hasil kajian para ahli terkait wilayah Sulteng yang merupakan jalur Sesar Palu-Koro. Di antaranya adalah kajian "Tsunami Teluk Palu dan Sesar Palu-Koro " oleh Abdulah Petta Laja, serta expedisi dilakukan sejak tahun 2017.

Tahun 2010, Badan Geologi Kementerian ESDM, telah mengeluarkan kajian  rekomondasi terkait potensi Likuifaksi dibeberapa wilayah Sulteng. Namun hal tersebut tidak disikapi dengan baik. Pemerintah daerah tidak memiliki anggaran penanggulangan bencana dalam masa transisi menuju Recovery dan rekontruksi.

Koordinator Posko Induk Sulteng Bergerak, Doni Moidady dalam keteranganya membeberkan bahwa sejak tanggal 29 September 2018, relawan mereka telah turun ke lapangan dalam membantu para korban bencana. Tercatat 194 dari berbagai daerah menjadi relawan mereka. Dengan tiga posko bayangan di wilayah Palu, Sigi dan Donggala.

Beberapa sektor yang dilakukan oleh posko Sulteng bergerak menurut Doni, seperti pendistribusian logistik kepada korban bencana alam di Pasigala, pengadaan air bersih dan sanitasi lingkungan di lokasi pengungsian.

Penyediaan kebutuhan  bagi wanita, anak-anak, lansia dan penyandang Disabilitas di posko pengungsian yang belum terjangkau oleh pemerintah maupun posko relawan lainya. ‘’Kegiatan kami akan terus berlanjut hingga satu tahun kedepan. Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada media Sulteng yang telah mempublikasikan kegiatan ini, sehingga kedepanya bisa berjalan dengan baik, " kata Doni.

Sulteng Bergerak adalah sebuah posko relawan yang tergabung dari berbagai organisasi maupun lembaga swasta. Seperti Walhi, KPA, AMAN, Solidaritas Perempuan, YAPPIKA-Action Ald, Greenpeace Indonesia, Hari Institute, Institute Hijau Indonesia, Auriga, NTFP, KIARA, KNTI, Bingkai Indonesia, JATAM, PWYP, Sheep Indonesia, Pena Bulu, KPPA, YMP, Bonebula, SP Palu, PBHR, YTM dan posko relawan Gorontalo.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN