Tanggap Darurat Berakhir, Jumlah Korban 2.086

Gubernur Sulteng menjemput Menkopolhukam RI agenda peninjauan huntara Petobo dan evaluasi penangangan likuifaksi Balaroa serta arahkan ke jajaran Transisi darurat, Jum'at (26/10/2018)
PALU (Kaili Post) - Masa tanggap darurat penanganan bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) berakhir, Jumat (26/10/2018). Pada hari terakhir itu, Satgasgabpad  pada pelaksanaan pembersihan Petobo masih menemukan 5 Korban meninggal dan langsung diserahkan kepada keluarga untuk dikuburkan.
Sampai hari terakhir masa tanggap darurat, korban meninggal sebanyak 2.086 jiwa, korban luka-luka 4.438 orang, korban hilang, 1.075 orang, dan penduduk mengungsi sebanyak 206.494 orang. Sementara jumlah rumah yang terdata sejumlah 68.451 unit.
Selanjutnya saat ini sangat dibutuhkan Validasi data untuk menuju satu data untuk dijadikan bahan kebijakan Pemerintah pada masa transisi darurat dan masa rehabilitasi dan rekontruksi.
Pada rapat koordinasi, Kamis (25/10/2018) Gubernur Sulawesi Tengah, H Longki Djanggola menegaskan perlunya validasi data korban meninggal dan siapa ahli warisnya.
“Agar pemda dalam hal ini Capilduk, lurah dan kades untuk memvalidasi datanya, kemudian diterbitkan SKnya sebagai bahan data pemberian santunan dari Depsos,” terang gubernur.
Yang perlu juga divalidasi jumlah rumah yang hilang dan hancur, rusak berat dan rusak ringan, dan yang lebih penting jumlah pengungsi by name by address tujuannya kata Menkopolhutkam untuk kebijakan pemberian Jadup dan dasar Gubernur untuk usulan penambahan cadangan beras ke Bulog pada masa transisi Darurat.
Dengan semakin kondusifnya situasi masyarakat Kota Palu, Sigi dan Donggala, sehingga penarikan personil TNI sudah mulai dilaksanakan.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN