148 Pendaftar CPNS, Hanya Satu Lolos

Sekretaris Kuasa Pengguna Anggaran Pengadilan Agama Poso Mohammad Iqbal, SH. (Foto:Ishaq/KP)
Reporter/Poso:Ishaq Hakim

PENGADILAN Agama (PA) Poso mengakui, tingkat kelulusan peserta calon pegawai negeri sipil (CPNS) dilingkungan Mahkamah Agung RI, thn 2018 khususnya wilayah sulawesi tengah yang telah terlaksana bulan lalu di markas batalyon poso sangatlah rendah. Padahal, saat itu baru tahapan tes seleksi kompetensi dasar (SKD).

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris/Kuasa Pengguna Anggaran Pengadilan Agama Poso Mohammad Iqbal, SH. Yang juga sbgai salah satu panitia seleksi penerimaan CPNS Saat di temui wartawan Kaili Post di ruangannya (23/11/2018) lalu.

Dikatakannya, pusat data computer assisted test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) menunjukkan tingkat kelulusan pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018, khususnya di lingkungan Mahkamah Agung (MA) dalam seleksi kompetensi dasar (SKD) tergolong sangat rendah.

Dilihat dari banyaknya peserta yang ikut dalam seleksi CPNS Mahkamah Agung tersebut, khususnya untuk pendaftar diwilayah Sulawesi Tengah yang terjaring saat seleksi yang dilaksanakan di Kabupaten Poso sebanyak 148 orang yang lolos verifikasi berkas, namun yang lulus ujian SKD hanya 1 orang saja. Dikarenakan, tingkat kesulitan dari soal-soal SKD CPNS Tahun 2018 sangat tinggi dibandingkan dengan soal-soal SKD tahun sebelumnya, sehingga mengakibatkan terbatasnya jumlah kelulusan peserta seleksi penerimaan CPNS 2018, khususnya dilingkungan Mahkamah Agung.

“Sangatlah miris melihat hal ini, bayangkan saja nilai ambang batas adalah nilai minimal untuk dapat lolos ke tahap berikutnya. Jadi, peserta harus mendapat nilai di atas passing grade,” ungkap Mohammad Iqbal.

Ditambahkannya, hal ini sama saja ibarat membuka keran besar-besaran untuk penerimaan CPNS tetapi tingkat kesulitan soal-soal test yang dimunculkan dan disajikan kepada peserta sangatlah sulit sehingga banyak peserta yang ikut seleksi CPNS namun presentase kelulusan sangat tipis.

Ia berharap pemerintah betul-betul dapat melirik, setidaknya bias mengambil untuk yang bisa mendekati nilai ambang batas atau dibawah nilai passing grade. Disisi lain, terkait penerimaan untuk daerah Sulawesi Tengah itu sendiri agar bisa di permudah untuk tahap penjaringan seecara keseluruhan, bukan hanya di lingkungan Mahkamah Agung. Guna pemenuhan kebutuhan cpns itu sendiri demi mengisi formasi yang sudah disediakan oleh pemerintah, bagi honorer yang sudah Kwalifikasi Dua (K2) agar tidak di batasi umur yang kinerja dan loyalitas mereka dianggap sudah sangat maksimal dalam menjalankan kinerjanya sehari-hari .

“Apalagi kita lihat sendiri, belum lama ini di Sulawesi Tengah terjadi bencana sehingga banyak yang seharusnya bisa ikut. Namun, dikarenakan banyak berkas yang hilang, sehingga mereka tidak bisa lagi ikut tes SKD CPNS,” ucapnya.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN