Anggota Forum Debitur 10 Ribuan


 
Reporter/pasigala: Ramdan otoluwa

PERJUANGAN Forum debitur korban bencana di Palu, Sigi dan Kabupaten Donggala (Pasigala) mendata anggotanya terus berlanjut. Hingga kemarin sore (20/11/2018) seperti foto di atas – taman GOR Palu ribuan warga Pasigala antusias mendaftar sebagai anggota forum. Demikian juga yang di Tawaeli Palu dan Banawa Kabupaten Donggala. Menurut keterangan salah satu pengurus forum debitur, Ismail Ruslan bahwa data yang masuk (formulir bermaterai dan map) sudah mendekati angka 10 ribuan.

Menurut Ismail, hingga semalam pihaknya masih menerima bekas anggota. Padahal, Posko yang beralamat di Jalan Tanjung Tada No 33 melayani hingga pukul 20.00 Wita. ‘’Tapi warga terus datang. Belum lagi dari Donggala dan Sigi masih ditunggu dan sudah konfirmasi,’’ akunya.

Bagaimana forum hingga dapat mengumpulkan anggota sebesar itu, akunya karena insiatif anggota menjadi simpul-simpul di lapangan. ‘’Kami bergerak dengan insiatif bersama-sama dan mengoordinir  lapangan. Jadi kami tidak punya simpul atau volunter. Semua anggota yang inisiatif,’’ tandasnya.

Seperti diketahui, forum debitur awal mulanya bergerak dan langsung menggelar diskusi dengan OJK (Otoritas jasa keuangan) Palu di cafe Mandiri Jalan A Yani Palu selama dua hari (12-13/11/2018). Disepakati forum diminta OJK pokok pokok masalah, solusi dan kajian ekonomi warga terdampak sebagai debitur.

Anggota Forum Debitur Korban Gempa Pasigala mendaftarkan diri di kawasan Taman Gor Palu

Tak hanya itu, forum debitur juga sudah berdialog dengan Sekdaprov Mohammad Hidayat Lamakarate di kediaman. Bahkan Hidayat berjanji bersama-sama forum akan menuntut penghapusan kredit warga terdampak gempabumi seperti yang dialami Jogja tahun 2006.

‘’Kami ingin penghapusan kredit seperti korban bencan alam gempa di Jogja 2006 lalu. Apa bedanya dengan kami di Sulteng. Dan Pak Sekdaprov menyambut baik,’’ terang Ismail lagi.

Ia memahami saat ini sudah banyak yang membuat peta konflik dengan tujuan agar kesolidan forum terbelah. Isu mulai menjadi anggota dibayar sampai pada isu-isu pihaknya akan demo. ‘’Semua itu isapan jempol. Kami fokus non litigasi dan konsolidasi anggota. Nanti saatnya akan ada jalan litigasi atau apalah itu akan ditentukan pengurus. Banyak yang mulai sebar hoax biarkan saja,’’ tangkisnya. **



Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN