Angka Perceraian di Poso Meningkat

-

REPORTER/POSO: ISHAQ HAKIM 

DALAM Kurun waktu terakhir 2018 tren perkara putusan (inkracht) perceraian di Pengadilan Agama (PA) Poso mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari PA Poso, ada 173 perkara cerai yang telah diputuskan Hakim  selama 10 bulan terakhir Januari hingga Oktober. 

Panitera Muda Hukum PA Poso, Mohammad Nur Syahlan mengatakan kasus perceraian yang cukup tinggi itu diakibatkan  berbagai persoalan, dikarenakan hilangnya rasa kecocokan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), faktor ekonomi, hingga perselingkuhan yang sering jadi sumber masalah keretakan hubungan rumah tangga yang berujung perceraian. Hal itulah yang membuat Pasangan Suami Isteri (Pasturi) yang bermasalah saling menggugat cerai ke pihak PA Poso. 

“Dari 173 Pasutri yang telah diputuskan bercerai itu berada di wilayah Kecamatan Poso Kota Bersaudara, wilayah Desa Pendolo, Kecamatan Pamona Selatan, Kecamatan Lage dan Kecamatan Poso Pesisir Bersaudara,” terang Mohammad Nur Syahlan, Jum’at (23/11/2018). 

Sementara itu, Firman Nawir selaku staf Panitera Muda Hukum mencatat, usia Pasutri yang telah diputuskan bercerai yakni berusia  20-40 tahun dengan profesi yang berbeda-beda, mulai dari PNS, pedagang, pegawai swasta, petani dan mahasiswa. 

"Yang bercerai itu rata-rata usia mereka 20-40 tahun. Terkait dengan pekerjaan mereka ada yang PNS, pegawai swasta, petani dan bahkan ada yang masih kuliah," ujar Firman Nawir. Ditambahkannya, terkait masalah ini pihak PA Poso sendiri mengambil langkah bijak  yaitu memediasi para Pasturi sebelum melakukan perceraiaan. Jadi PA Poso tidak semata-mata mengambil keputusan ketika ada Pasturi yang ingin bercerai. 

“Namun dari pada itu, ada juga yang ngotot untuk bercerai sekalipun sudah melakukan mediasi dengan pihak kami dan ada juga yang membatalkan perceraiannya setelah dimediasi”, ungkapnya. 

Selain itu, pihak PA Poso memprediksikan kasus perceraian di wilayah Poso bisa saja bertambah dan bias juga berkurang di tahun-tahun berikutnya. Tergantung dari kondisi sosial Pasturi itu.**


Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN