Anleg Donggala Minta Verifikasi Data Pengungsi

Anleg Donggala dari partai Nasdem, Sahlan L Tandamusu

Reporter/Donggala: Zubair

ANGGOTA Legislatif (anleg) Donggala dari partai Nasdem, Sahlan L Tandamusu mengkritisi langkah OPD, terkait masalah penanganan pengungsi dan korban gempa beberapa waktu lalu. Menurutnya selisih data yang disampaikan oleh dua instansi yakni PUPR dan BPBD  tidak valid dan harus diverifikasi.

"Ada perbedaan data sekitar 3.000 an lebih antara PUPR dan BPBD, baik terdampak tsunami maupun gempa," ungkapnya.
'
Contoh kasus kata dia, di Kecamatan Sirenja ada beberapa desa yang terdampak gempa dan berdampak pada kerusakan berat, sedang, dan ringan, harus segera dilakukan penanganan. Pertanyaannya apakah mereka itu terdata atau tidak.

Penanganan  pasca gempa misalnya disarankan dua OPD untuk mensingkronkan kembali data yang masuk dari desa dan kecamatan,  serta melakukan secepatnya penanganan korban gempa, dan verifikasi kembali data kerusakan rumah disetiap desa, agar tidak terjadi kesenjangan antar warga. Beberapa desa terdampak banjir rob, yakni Desa Ujung Bowu, Tanjung Pada, Tompe, Lompii, dan Lende lanjutnya harus dicarikan solusi tepat penanganan akibat banjir rob.

"Itu akibat dampak kenaikan debit air, pasca gempa beberapa waktu lalu, akibatnya banjir rob menggenangi rumah warga, dan ini datang setiap dua kali dalam sebulan," tuturnya.

Solusi penangan korbab banjir rob akibat gempa dan tsunami menurut dia,  kepada pemda mengupayakan secepatnya dilakukan penanganan dan penanggulangan dengan membangun tanggul atau relokasi rumah penduduk.

Untuk para pengungsi kata dia, berharap kepada instansi terkait untuk melakukan pendataan bagi yang tidak rusak rumahnya untuk diberi tenda agar dapat digunakan di halaman rumah.

Mengingat keterbatasan bantuan tentunya akan mempengaruhi kesenjangan ekonomi bagi masyarakat.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN