Babinsa Jemput Bantuan Untuk Warga Soulove


reporter: ikhsan madjido

SEBANYAK 331 kepala keluarga (KK) warga Desa Soulove Dolo Kabupaten Sigi korban bencana gempa mendapatkan bantuan logistik yang dijemput langsung Babinsa Soulove dan kepala dusun setempat di GOR Siranindi Palu, Kamis (1/11/2018).

Babinsa Soulove, Charles yang di wilayah binaannya ini ada 3 korban meninggal dunia mengaku menjemput bantuan karena sudah demikian prosedur untuk mendapatkan bantuan di GOR ini. Dengan menggunakan mobil open mini babinsa dengan dibantu warga mengankat bantuan ke mobil yang selanjutnya akan di distribusikan di Soulove.

Penanggung jawab gudang di GOR Siranindi, Kapten S Saselah menjelaskan apabila masyarakat Palu, Sigi dan Donggala ingin mendapat bantuan prosedurnya harus melalui pemdes, babinsa atau penanggung jawab posko untuk melapor di GOR berapa KK di wilayahnya tanpa menggunakan KTP atau identitas lainnya.

“Cukup perangkat desa, atau Lurah maupun sekdes atau seklur atau penanggung jawab di wilayahnya datang melaporkan jumlah KK kemudian membawa sendiri ke desanya,” jelasnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari tumpang tindihnya pemberian bantuan, apabila yang datang warga sendiri.

Sungguhpun demikian jika ada warga yang butuh air minum, pihaknya dengan alasan kemanusiaan tetap memberikannya. “Kalau dalam jumlah logistik yang banyak, itu kami tidak benarkan,” tambahnya. Di dalam gedung GOR sendiri sudah tidak terlalu banyak lagi bantuan yang menumpuk, seperti beras dan sembako. Yang tersisa banyak bertumpuk tinggal air mineral berkarton-karton.

Di luar gedung nampak masih ada warga yang meminta langsung bantuan. Sebut saja Astun warga Desa Sidondo Sigi. Perempuan paruh baya ini ke GOR bersama tiga orang warga se desanya untuk minta beras, pempers dan obat-obatan. “Walaupun begitu prosedurnya, kami ke sini coba-coba saja. Siapa tahu dapat,” harapnya.

“Sebelumnya kami pernah ke sini lewat rekomendasi dari kades dan mendapat bantuan logistik meskipun harus “patungan” isi bensin mobil untuk antar bantuan ke dusun kami,” tambah Murni, warga Sidondo lainnya. Tapi itu sudah dua minggu lalu, jelas Murni yang ibunya jadi korban meninggal diterjang tsunami di pantai Talise. Saat tiba di Sidondo itu bantuan beras kami bagi 3 liter/KK dan mi satu bungkus per orang.

Terpisah, tokoh masyarakat Sibalaya Kabupaten Sigi, Syuaib berharap warga untuk tidak lagi berharap dengan bantuan, meskipun masih banyak bantuan dari saudara se nusantara maupun dari Negara sahabat. “Kita lahap makan sambil duduk dan tiduran nanti kalau tidak ada lagi, apakah kita masih berdiam diri dalam camp pengungsian makan tidur, dan tidak berusaha lalu berdoa. Mau makan apa ente,” katanya.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN