Bencana Bukan Komoditas Politik


.
Sumber: Humas pemprov

GUBERNUR Longki Djanggola berharap kepada seluruh elemen masyarakat Sulteng untuk selalu bersama-sama menangani bencana yang menimpa di wilayah Pasigala. Bencvana, kata Longki bukan komoditas politik. Bencana adalah lahan kemanusian untuk bekerja secara ikhlas dan tulus.

Saat ini, kata gubernur Pemprov Sulteng dibantu seluruh pemerintah kabupaten dan kota sedang berkonsentrasi mengurus pengungsi yang berada di area pengungsian di kabupaten dan kota terdampak bencana yangg berada di wilaya Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala).

demikian Gubernur Longki Djanggola melalui Karo Humas Pemprov, Mohammad Haris Kariming, Senin (5/11/2018).

Terkait penanganan pengungsi terdampak bencana yang berada di luar Sulteng adalah sudah menjadi kewenangan dari Kementerian Sosial RI berkoordinasi dengan Dinas Sosial kabupaten/kota tempat di mana pengungsi berada. Setiap rapat koordinasi, gubernur selalu memastikan penanganan pengungsi di luar daerah kepada pendamping Kemensos RI yang ditugaskan di Palu. Dari laporan-laporan itulah disusun rencana aksi bagaimana menangani pengungsi-pengungsi tersebut. "Jadi tidak benar bahwa Pemprov mengacuhkan pengungsi di luar daerah," tandas Haris. 

Selanjutnya kata dia, sesuai laporan dari Pemprov dan kabupaten/kota di mana pengungsi ada, maka disusunlah rencana aksi pemulangan. Misalnya melalui bus penumpang umum atau kapal laut. "Menurut kami, Yahdi justru absurd dan tidak jelas alur pikirnya. Bagaimana repotnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bila semua masyarakat pengungsi yang rata-rata pulang kampung itu harus dijenguk," tegas Haris.

Sementara sebut dia, mereka selamat dan nyaman berada di tempat keluarganya masing-masing atau di kampung halamannya. Bandingkan dengan saudara-saudari mereka yang bertahan dan berjuang hidup di Palu, Sigi, dan Donggala. Mereka melawan ketakutan, memulihkan trauma dan hidup bersama dalam pengungsian yang serba terbatas fasilitasya.

"Justru menurut kami, mereka bersikap masa bodoh dengan saudara-saudari mereka yang bertahan di wilayah terdampak langsung bencana ini," katanya.

Dari laporan yang ada banyak dari mereka mengungsi ke Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Surabaya, Balikpapan bahkan ke luar negeri sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Ada pula yang memanfaatkan tumpangan gratis dengan pesawat Hercules dan Kapal Laut ke kampung halaman masing-masing. Mereka berada di tempat nyaman dan aman. Ada pula yang ditampung di Posko-Posko yang sudah disiapkan pemerintah setempat. 

Terkait penggunaan dana sumbangan kemanusiaan seperti yang disebut oleh Yahdi Basma, apalagi yang bersumber dari APBN dan APBD pemda lain yang masuk ke rekening kas daerah Pemprov/Pemkot/Pemkab terdampak gempa dan sumbangan tunai dari masyarakat umum Rekening Peduli Sulteng itu diatur dengan ketat sesuai aturan pengelolaan keuangan negara, tidak mungkin digunakan bukan sesuai peruntukannya.

Untuk para politisi, kami pemerintah memohon masalah kemanusiaan jangan dipolitisasi. Bencana bukan komoditas politik. Bencana ini butuh mereka yg punya empati dan rasa kemanusiaan yang tinggi. Jangan jadikan bencana sebagai panggung politik untuk meraup simpati. Yang penting sekarang adalah membantu dan menyokong mereka yang terdampak bencana dengan tulus ikhlas. ‘’Kami minta kembalilah ke Palu, Sigi dan Donggala. Tak usahlah saling menyalahkan dan merasa seolah-olah paling benar dan hebat menangani dampak bencana ini.’’ Demikian keterangan Humpro Setdaprov kepada Kaili Post kemarin.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN