Bintek Prasarana Vital Pascabencana

Bimtek Perbaikan Sarana dan Prasarana Vital Pasca gempa Pasigala

Sumber: Biro humpro sulteng

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana memfasilitasi pemulihan dan percepatan penanganan urusan-urusan krusial pasca bencana yang ditarget harus segera rampung diantaranya pembangunan hunian sementara, penyediaan air bersih, aliran listrik, komunikasi, pendirian tenda tenda darurat, pembukaan akses jalan, pendistribusian logistik dan alat-alat berat, administrasi barang jasa, penggunaan anggaran dan lain sebagainya.

Gubernur diwakili staf ahli bidang ekonomi pembangunan Ardiansyah L, membuka bimbingan teknis perbaikan prasarana vital dampak bencana gempa bumi tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah Kamis (29/11/2018). Keikutsertaan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pemerintah daerah provinsi dan kota Kabupaten yang terpapar dalam bencana untuk dapat menentukan skala prioritas perbaikan darurat pasca bencana yang disertai dengan upaya percepatan verifikasi kerusakan pemerintah daerah dan stakeholder serta yang tak kalah penting adalah upaya penyebarluasan pedoman verifikasi perbaikan darurat.

Gubernur menilai, Bimtek bersifat urgent dan strategis sebab output yang diperoleh nanti bisa langsung diaplikasikan guna menyelaraskan dan memantapkan kerja-kerja sebelum berakhirnya batas waktu tahapan transisi darurat ke pemulihan dan sampai dengan dimulainya tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Bertindak sebagai narasumber Bimtek yakni PLT Deputi bidang penanganan darurat, Direktur perbaikan darurat UNDP, Deputi bidang rehabilitasi dan rekonstruksi BNPB, kepala pelaksana BPBD Sulteng, Komandan Korem Tadulako, kepala Satgas penanggulangan bencana Sulawesi Tengah kementerian PUPR dengan jumlah peserta sekitar 40 orang.

Berdasarkan data terakhir yang di publish oleh komando tugas gabungan terpadu per 7 November 2018 bahwa bencana 28 September yang lalu mengakibatkan fatalitas berupa kerusakan infrastruktur sebanyak 68.451 rumah 327 rumah ibadah 265 sekolah 7 jembatan 1 Tower bandara 75 unit kantor dan 362 tokoh sedang jumlah korban yang meninggal dinyatakan sebanyak 2.098 jiwa luka-luka 4.438 jiwa hilang 1.373 jiwa dan pengungsi mencapai 27.317 KK atau 109.269 jiwa.**






Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN