Bom Pengangguran Ancam Pasigala


.
Reporter: andono wibisono/firmansyah

DAMPAK Bencana alam, gempabumi tsunami dan likuifaksi di Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala, akan mengalami ancaman bom pengangguran. Bahkan diramalkan, Desember 2018 ketiga daerah itu akan mengalami peningkatan kemiskinan akibat tingginya angka pengangguran.

Sesuai data dan fakta, di Palu sejumlah perhotelan, restaurant, bisnis perbelanjaan adalah dunia usaha yang terdampak begitu besar. Akibatnya, banyak karyawannya yang dirumahkan alias di PHK.

‘’Kalau rata-rata hotel merumahkan seratus orang karyawannya dan mall juga demikian. Kira-kira berapa ribu yang jadi pengangguran,’’ sebut pengamat ekonomi sosial Sulteng ke Kaili Post.

Kalau setiap eks karyawan itu memiliki keluarga atau kepala keluarga (KK), maka sudah dipastikan daya beli menurun akibat tidak ada pekerjaan.

‘’Itulah bom pengangguran menentukan kenaikan angka kemiskinan di Pasigala. Efeknya ke Sulteng,’’ tandasnya lagi.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng, Senin (5/11/2018). Mengaku bahwa sebelum bencana alam, hingga Agustus 2018, jumlah pekerja di Sulteng mengalami peningkatan sebesar 2,38 persen dari Agustus 2017. Atau 7.084 orang. Jumlah penduduk Sulteng yang bekerja ditahun 2017, sebanyak 1,374.214. Meningkat menjadi 1.451.491 orang di tahun 2018.

Sementara itu, untuk penduduk Sulteng yang berada dalam usia kerja, berjumlah 2.161.870 jiwa. Masyarakat angkatan kerja, sebanyak 1.509.972. Bekerja 1.451.495. Pengangguran 51.481 orang. Bukan angkatan kerja sejumlah 698.899, seperti URT, sekolah dan lainya.

Dalam level bekerja, terbagi menjadi tiga kategori. Seperti bekerja penuh 905.462, paruh waktu 293.462 dan setengah menganggur sebanyak 152.052 orang.

Pertumbuhan ekonomi Sulteng sebelum bencana alam, atau di triwulan I hingga III 2018 naik hingga 6,42 persen dibanding tahun 2017. Pertumbuhanya terjadi di semua sektor ekonomi. Pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor pengadaan listrik dan gas, sebesar 11,13 persen, penyedia akomodasi dan makanan serta minuman (perdagangan) 9,74 persen, pertambangan dan  penggalian 9,47 persen.

Sumber pertumbuhan tertinggi tersebut dipengaruhi dari sektor pertanian, kehutanan, perikanan sebesar 1,38 persen, pertambangan dan penggalian sejumlah 1,38 persen serta industri pengolahan 0,99 persen.

Kepala BPS Sulteng, ir. Faisal Anwar dalam keteranganya mengungkapkan bahwa, data tersebut dirangkum sebelum bencana alam menimpa Sulteng. Untuk perkembangan di triwulan IV 2018, atau pasca bencana, Faisal mengatakan bahwa dampak dari hal tersebut otomatis terjadi. Namun Optimisme untuk kembali bangkit harus tetap ada.

" Pengaruh dari bencana alam terhadap semua sektor tetap ada, tetapi Sulteng harus bangkit, " tuturnya.**






Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN