Dukung Hapus Kredit, Pansus Deprov Ke Jakarta


OJK Enggan Turut Pansus
Panitia khusus (Pansus) DPRD Provinsi (Deprov) Sulteng
Reportase/Pasigala: Ramdan otoluwa

PANITIA Khusus (Pansus) DPRD Provinsi (Deprov) Sulteng, hari ini berencana akan ke Jakarta menemui Menteri Keuangan (Menkeu RI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pusat dan DPR RI terkait dengan tuntutan penghapusan kredit para debitur di wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala (Pasigala). Hal itu terungkap ketika Pansus dengar pendapat dengan OJK Sulteng, pimpinan perbankan, forum debitur korban bencana Pasigala semalam di ruang paripurna Deprov (27/11/2018).

Menurut Ketua Pansus, Lucky Semen bahwa pihaknya ke Jakarta tak lain untuk merespon tuntutan yang berkembang di masyarakat. Pansus juga berharap OJK Sulteng dan pihak forum debitur untuk bekerja sama, khususnya terkait dengan data para debitur secara valid. ‘’Kami berharap dukungan para pihak. Baik OJK, pimpinan perbankan dan kawan kawan forum debitur,’’ ungkap Lucky. Hal yang sama juga dikatakan Sekretaris Pansus, Faisal Badja SE dan anggota lainnya.

'
Pansus menyoroti OJK dan perbankan yang dinilai ada kesan tidak memahami tuntutan penghapusan kredit para debitur. Menurut Lucky penghapusan kredit adalah terminologi yang digunakan untuk menalangi kredit debitur baik yang menjadi korban dan yang juga terdampak bencana (post major atau kahar). Tuntutan penghapusan ditujukan pada pemerintah RI, bukan pada pihak perbankan.

‘’Tidak mungkin kita menuntut agar bank menghapus kredit. Pastilah akan colap. Yang dihapus itu adalah kredit debitur dengan cara menggunakan dana talangan pemerintah RI,’’ tegasnya. Sebelumnya Ketua OJK Sulteng, Sukri Yunus tetap bersikukuh bahwa pihaknya menawarkan opsi penundaan kredit sesuai dengan kebijakan perbankan masing-masing sesuai dengan POJK 045/2017.

BERKAS SUDAH 30 RIBU
Sementara itu, pihak Forum Debitur Korban Bencana Pasigala, diwakili Andono Wibisono yang hadir bersama dengan seluruh pengurus yaitu; Sekretaris Irfan Lembah, Komando Posko FDK Pasigala, Faisal serta bidang hukum Hartati Hartono dan Agussalim Faisal SH menyebut bahwa saat ini pihaknya telah menerima 30-an ribu berkas anggota. Sedangkan untuk pendaftaran online sudah terinput hampir seribuan anggota.

FDK Pasigala memperjuangkan penghapusan (penalangan) kredit anggota baik yang menjadi korban dan yang terdampak. Pemetaan debitur korban dan debitur terdampak saat ini masih disusun oleh FDK. ‘’Kami akan memetakan secara valis. By name by addreas and by credit anggota. Data inilah yang akan kami bawa ke pemerintah pusat,’’ terangnya. FDK meminta dukungan Pansus untuk memberikan rekomendasi untuk surat ke Presiden RI.

Sementara itu, OJK Sulteng menurut Sukri Yunus berkilah pihaknya akan mendorong Pansus ke Jakarta untuk berjuang, dan OJK berada di belakang. ‘’Prinsipnya mendukung dan kami tidak usah bersama-sama ke Jakarta. Cukup kami dari belakang,’’ tandas Sukri. **

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN