Hiwata Unismuh Bangun Masjid Darurat


Himpunan Mahasiswa Pencinta Alam (Hiwata) Unismuh Palu Bangun Masjid Darurat
Reporter: Ikhsan Madjido

UNIT Kegiatan Mahasiswa (UKM) Himpunan Mahasiswa Pencinta Alam (Hiwata) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, bersama PT Waskita Karya Divisi VI Palembang bersinergi dengan sejumlah relawan dan warga Besusu Barat membangun Mesjid Darurat di pinggir pantai Talise.

Mesjid yang dibangun di pinggir pantai Talise ini, diberi nama Mesjid Nurul Iman dan dikerjakan selama satu minggu oleh tim relawan gabungan yang terdiri  dari Hiwata Unismuh Palu, Tim Relawan Luwu Timur, SAR Unhas, Toms Cooffe Lombok, SARMMI, tokoh masyarakat Besusu Barat dan beberapa penggiat alam yang ada di Indonesia.

Mesjid Nurul Iman diresmikan oleh Walikota Palu yang diwakili oleh Sekretrais Walikota Palu, Asri, Selasa (20/11/2018) malam, dan juga dihadiri sejumlah pejabat setempat, serta tokoh agama.

Sekretaris Walikota Palu, Asri, dalam sambutannya berharap melalui momentum peresmian masjid darurat itu dapat berkontribusi membuat Palu bangkit lebih cepat.

Ditambahkan, dengan adanya pembangunan masjid darurat itu, masyarakat sekitar lebih giat lagi beribadah kepada Allah SWT, sekalipun tanpa surat edaran walikota Palu. Dimana sebelumnya Walikota Palu mengeluarkan Surat Edaran yang ditandatangani Wali Kota Palu, Hidayat bertanggal 14 November 2018, ditujukan kepada seluruh Kepala OPD, Camat dan Lurah, TNI dan Polri, lembaga vertikal, BUMN dan BUMD, serta pihak swasta dan lembaga sosial kemasyarakatan.

Memuat tiga poin imbauan kepada umat Islam Kota Palu. Yang intinya menghentikan seluruh kegiatan dan aktivitas saat azan berkumandang, dan melaksanakan salat fardhu (wajib) secara berjamaah.  

“Semoga dengan adanya musibah ini, kita semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta dengan adanya mesjid ini, semakin rajin beribadah kepada Allah SWT,” harap Asri.

Sementara itu, salah satu anggota Hiwata Unismuh Palu, Sahrawan Awang menjelaskan, sejak awal kepemimpinan Rektor Rajindra, Hiwata Unismuh Palu dikehendaki tidak hanya bergerak pada persoalan lingkungan namun juga terdepan di Unismuh Palu pada penanganan bencana alam.

Setiap anggota Hiwata Unismuh Palu harus bersedia menjadi relawan kemanusiaan saat terjadi bencana alam di manapun dibutuhkan tenaganya. “Boleh dibilang inilah Tim SARnya Unismuh Palu, jadi kalau ada musibah, tidak perlu lagi dicari siapa yang mau jadi relawan, secara otomatis anggota Hiwatalah orangnya, inilah keinginan Pak Rektor, dan ini yang kami realisasikan,”ungkap Syahrawan, Rabu (21/11/2018).

Dimana anggota Hiwata Unismuh Palu telah menjadi relawan kemanusiaan di sejumlah daerah terkena bencana alam, baik di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah di tiga daerah, Palu, Sigi, dan Donggala.

“Kami Hiwata Unismuh Palu mencoba berbuat, sebagaimana instruksi rektor, sebagai wujud dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian pada masyarakat,”jelas Syahrawan Awang.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN