Jual Semen di Atas Rp.70 Ribu, Lapor Polda

_

Reporter/palu: Andono wibisono

APABILA Ada distributor menjual semen di atas harga eceran tertinggi (HET), atau menjual di atas Rp70 ribu/sak, warga diharapkan melaporkan pada Satuan tugas (Satgas) Mapolda Sulawesi Tengah. Ketegasan itu diambil akibat harga semen di Kota Palu khususnya, dan di Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong harga semen mulai ‘menguat’ antara Rp85-100 ribu persaknya.

Kepada Kaili Post, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng, Arief Latjuba petang kemarin menyebut bahwa pihaknya mengambil langkah tersebut diakibatkan para pengecer/toko dan distributor sudah tidak dapat mengendalikan lagi harga semen akibat kelangkaan di pasaran.

Menurut Arief, yang mengaku tidak berada di Palu karena tugas luar daerah, Disperindag Sulteng telah mengantongi pernyataan para distributor Semen Tonasa, Semen Tiga Roda, Semen Bosowa untuk tidak menjual harga di atas HET. Untuk semen Tonasa HETnya Rp65 ribu/sak. Semen Tiga Roda Rp65 ribu/sak dan semen Bosowa Rp68 ribu/saknya. Pernyataan itu tertuang dalam rapat tanggal 17 Nopember 2018 yang dipimpin salah satu kabid Disperindag Sulteng.

‘’Kami sudah melakukan langkah-langkah mengantisipasi harga semen di Palu. Kalau ada pengecer yang mengambil semen dari distributor dan menjual di atas HET, minta saja kuitansinya dan laporkan ke Satgas Polda,’’ jawab Arief.

HINGGA RP100 RIBU/SAK
Sebelumnya berbagai media dan rekanan kegiatan proyek melaporkan bahwa harga semen dipasaran gila-gilaan hingga mencapai Rp100 ribu/saknya. Akibat tingginya hanga semen, praktis meresahkan warga yang terdampak bencana gempabumi, tsunami dan likuifaksi yang akan membangun rumahnya yang rusak ringan atau sedang. 

‘’Kita ini ibarat sudah susah tambah susah. Pemerintah dimana kok tidak hadir. Selalu jadi pemadam kebakaran. Rakyat teriak baru datang tapi bukan solusi,’’ ujar Darwis, warga Kelurahan Ujuna Palu Barat ke redaksi.

Hal senada juga disampaikan Fahrul Islam, rekanan Kota Palu. Ia terpaksa menunda pekerjaan yang dipercayakan padanya sebagai penyedia jasa dari instansi pemerintah provinsi. ‘’Mau beli semen sudah tidak sesuai dengan RAB. Ya lebih baik menunda sampai ada tindakan pemerintah minggu minggu ini. Kalau tidak ada tindakan pemerintah ya pasti kita rugi harus selesai pekerjaan,’’ gerutunya pekan lalu.

KREN PELINDO RUSAK
‘Bangkitnya’ harga semen di pasaran akibat biaya transportasi angkut ke wilayah Palu naik hingga tiga kali lipat. Karena transportasi untuk ditribusi menggunakan jalur darat yaitu, dari Makassar via darat lewat Sulawesi Barat. Bila menggunakan jasa angkut laut, biayanya cukup terjangkau hingga harga semen stabil.

Menurut laporan di Disperindag Sulteng, kren di Pelindo Pantoloan yang rusak hingga kini belum juga diperbaiki. Rusaknya kren itu malah sudah pernah ditinjau oleh DPR RI komisi terkait. ‘’Kami sudah menanyakan hal itu ke Pelindo tapi pihak Pelindo mengaku belum memperbaiki. Kalau kren rusak bagaimana pelayanan di pelabuhan akan lancar dan cepat. Bila lambat bongkar muat, ya kapal muat barang juga banyak antri. Itu juga faktor kelambatan,’’ terang sumber di Disperindag.

Diharapkan pemerintah daerah, pusat dan pihak berwenang segera melakukan langkah konkrit mengatasi kenaikan harga bahan bangunan di Palu, Sigi dan Donggala. ‘’Ini bisa berefek domino pada kebutuhan lainnya. Ada target Huntara di sana Desember. Ada rakyat terdampak bencana ingin bangkit memberbaiki rumahnya yang rusak sedang dan ringan. Kalau bahan melonjak harganya, kemampuan warga tidak ada dan pemerintah lambat hadir apa jadinya ? Gubernur harus serius,’’ terang salah satu calon legislatif Dapil Palu ke DPRD Sulteng, Andi Vridya Farida, Ssi kepada Kaili Post kemarin pekan.**






Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN