Kemendagri : Wagub Harus Segera Diisi


Reporter : andono wibisono

SESUAI Suratnya tertanggal 9 Nopember 2018 lalu, Kementerian dalam Negeri RI No 122.72/8992/Otda tentang pengisian Wakil Gubernur Sulteng meminta agar pemerintah Provinsi Sulteng segera mengisi jabatan Wakil Gubernur. Pengisian itu sesuai UU No 10 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 1 Tahun 2015 dan dan peraturan pengganti UU No 1 tahun 2014 khususnya pasal 176 ayat (1 dan 4). Surat Kemendagri itu ditandatangani Dirjen Otda Sumarsono MDM.

Surat tertanggal 9 Nopember 2018 dari Dirjen Otda itu ditujukan kepada Ketua DPRD Sulteng, Prof Aminuddin Ponulele. Beradar surat itu ke redaksi dengan disposisi berbunyi; ‘’Panitia pemilihan untuk segera ditindaklanjuti’’ dengan tinta warna hijau. Tinta yang dikenal digunakan Aminuddin Ponulele.

Di sisi lain, beredar pula surat tertanggal 6 Agustus 2018 dari Tim Advance partai koalisi yaitu Gerindra, PAN dan PKB serta PBB yang ditandatangani; dari Gerindra yaitu DR Alimuddin Pa’ada, Rusli Palabi dari PAN, Muhammad Amin Thahir dari PKB, Wawan Setiawan dari PBB itu merkomendasikan dua nama yaitu Faisal Mang dan Anwar Hafid.

Sayang kedua nama ini hingga malam ini belum dapat dikonfirmasi. Anwar Hafid berkali-kali nomor hand phonenya tidak dapat dihubungi. Demikian pula dengan Faisal Mang.

Sesuai data redaksi, tertanggal 02 Desember 2017 lalu, Gubernur Longki Djanggola mengusulkan dua nama yaitu Faisal Mang dan dr Ansyhari. Bahkan Gubernur pada Kaili Post kala itu berjanji akan membahasnya dengan partai pengusung (kailipost.com).

Berturut-turut sesuai dengan data digital kailipost.com, sejak Mei 2017 lalu pembahasan pengisian Wagub mulai dilakukan. Klimaknya, pihak PAN mengusulkan satu nama yaitu Oscar Paudi. Padahal Panlih DPRD Sulteng sesuai dengan tatibnya hanya menerima dua nama. Akhirnya pembahasan Wagub itu deadlock hingga nyaris setahun hingga saat ini.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN