KPU Palu Cermati DPT Pascabencana


 
-
Reporter: Firmansyah

PASCA Bencana, gempa bumi, tsunami dan likuifaksi 28 September 2018 lalu, terhitung ribuan jiwa warga kota meninggal dunia. Hal itu tentu saja mempengaruhi statistik kependudukan saat ini. Sehingga berdampak bagi beberapa lembaga, maupun instansi terkait. Salah satunya adalah Komisi Pemilihan Umum. Dari hal tersebut, dipastikan data pemilih tetap (DPT) mengalami perubahan secara signifikan.

Menyikapi hal itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palu, melakukan pencermatan data. Hal itu diungkapkan ketua KPU kota, Agusalim Wahid melalui via Whats Ap pekan lalu. ‘’Jumat pekan lalu, kami melakukan rapat koordinasi pencermatan DPT hasil perbaikan (DPT-HP 1) bersama Dukcapil, Lapas dan instansi maupun lembaga terkait lainya. Bertujuan untuk meniindak lanjuti langkah-langkah selanjutnya terkait  pemutakhiran daftar pemilih tetap yang ada di kota Palu pasca bencana alam, " paparnya.

Proses pendataan menurut Agusalim dimulai dengan permintaan data ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) terkait nama-nama yang sudah dilaporkan telah meninggal dunia. Kemudian akan disingkronkan dengan DPT, untuk selanjutnya dikeluarkan.

begitu pula dengan panitia PPS dan PPK untuk melakukan pendataan di setiap kelurahan, bagi warga wajib pilih yang telah dinyatakan meninggal maupun hilang,  dilakukan koordinasi dengan Dukcapil. Untuk kemudian dilakukan penghapusan datanya.

Untuk batas waktu tahapan pemutakhiran data dari KPU sendiri, Agusalim menjelaskan bahwa belum ada penetapanya dari pusat. " Untuk batas waktu khusus penetapan DPT baru pasca bencana, belum ada intruksi dari KPU RI. Namun kami mencoba mengikuti jadwal tahapan sebelumnya walaupun blum maksimal. Sebagai langkah antisipasi progres data kota Palu, " jelasnya. Seperti diketahui, jumlah dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilu 2019 mendatang  oleh KPU kota Palu, sebanyak 222,132 jiwa.**

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN