Kuning Kepung Zona Aman

Peta Zona Rawan Bencana Pasigala
Reporter: Ikhsan Madjido

PETA Zonasi rawan bencana telah dikeluarkan tim koordinasi dan asistensi pemulihan dan pembangunan wilayah pascabencana Sulteng dan NTB, Kamis (22/11/2018) yang tertuang dalam dokumen Rancangan Induk Pemulihan dan Pembangunan, untuk diuji publik.

Kawasan rawan bencana dipetakan atas 4 zona, yaitu zona 1 promoted zone dengan kriteria sebagai zona bahaya rendah tsunami, likuifaksi, rendah banjir dan digunakan sebagai kawasan relokasi/hunian tetap. Zona yang ditandai dengan warna hijau tua ini juga digunakan untuk pemukiman baru sesuai RTRW.

Selanjutnya zona 2 control zone dengan warna hijau muda yang menunjukkan kalau kawasan ini sedang kemungkinan tsunami tapi tinggi terjadinya likuifaksi. Disarankan untuk membangun bangunan dengan konstruksi tahan gempa di kawasan ini karena juga termasuk zona rawan tinggi gempa bumi.

Zona kuning yang merupakan kawasan terluas dan mengepung zona aman, zona 3 restricted zone, pembangunan baru terbatas dengan persyaratan tahan gempa tsunami dan likuifaksi. Diperlukan metode pembangunan geoteknik dan struktrural di zona yang berkriteria sangat tinggi terjadinya likuifaksi, tsunami (di luar sempadan pantai), dan banjir.

Sedangkan zona merah yang menjadi perbincangan masyarakat beberapa waktu lalu dominan berada di Kabupaten Sigi. Di Kota Palu sudah dipastikan kawasan Petobo dan Balaroa masuk di zona merah, namun dikelilingi kawasan promoted dan control zone.

Kawasan Balaroa, Petobo dan Desa Jono Oge dijadikan kawasan lindung dan terlarang mendirikan bangunan. Di kawasan ini akan dibangun monument peringatan bencana.

Di zona sangat tinggi rawan bencana ini khusus sempadan pantai Teluk Palu rawan tsunami ditetapkan minimal 100-200 meter dari titik pasang tertinggi. Khusus Kelurahan Lere, Besusu Barat, dan Talise ditetapkan 200 meter bebas dari hunian.

Bangunan dan hunian tidak diperkenankan pula di zona merah ini pada sempadan patahan aktif Palu-Koro minimal 15 meter karena rentan gerakan tanah tinggi.

Sungguhpun demikian berdasarkan hasil pemetaan Badan Geologi dan BMKG pada seluruh wilayah kajian kerawanan gempa bumi termasuk dalam kelas rawan tinggi.

Rekomendasi tim koordinasi dan asistensi pemulihan dan pembangunan wilayah pascabencana Sulteng untuk strategi rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur antara lain melakukan studi kelayakan ekonomis, teknis, lingkungan, sosial, budaya dan agama dalam pengambilan keputusan ketika berinvestasi. Dan yang tidak kalah penting menyikapi peta zona rawan bencana adalah adanya kebijakan pembangunan berbasis mitigasi resiko bencana.**

Share on Google Plus

5 komentar:

  1. Halo min. Apakah berita ini sdh valid ? Mengapa ya blum ada press release dr Pemkot ttg ini ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa dilihat di halaman kailipost bappenasmenerbitkan pemaparan pemulihan pasca gempa pada file pdf

      Delete
  2. Mau tanya, kalau jl tagari lonjo masuk zona apa ?

    ReplyDelete
  3. Kalau jl tagari lonjo masuk zona apa ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hijau Pak. untuk laporan sementara masuk zona Aman

      Delete

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN