Longki : Bersahabatlah dengan Gempa

Gubernur Longki dan Presiden ACT,Ahyudin pada acara Seminar Nasional Gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi di Sulteng dengan tema Sebuah Pelajaran Bagi Mitigasi Bencana, bertempat di Aula Citra Mulia Hotel, Rabu (7/11/2018).


Sumber: Humas pemprov

KOTA PALU dan wilayah Sulawesi pada umumnya, menurut para ahli merupakan daerah yang rawan gempa karena masuk zona merah, untuk itu kita harus bersahabat dengan gempa. Maksud bersahabat dengan gempa yakni mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Misalnya, tidak membangun pemukiman diatas zona merah dan tidak mendirikan  bangunan melebihi empat lantai.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Longki Djanggola, dalam sambutannya pada acara Seminar Nasional Gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi di Sulteng dengan tema Sebuah Pelajaran Bagi Mitigasi Bencana, bertempat di Aula Citra Mulia Hotel, Rabu (7/11/2018).

"Saya bukan ahli atau teoritis gempa, tsunami atau Likuifaksi, tapi menurut para ahli dan berdasarkan pengalaman sebelumnya, daerah kita memang masuk zona merah atau berada di jalur patahan sesar Palu-Koro,’’ sebut gubernur.

Untuk itu diperlukan  revisi RTRW, yang kebetulan menjadi topik utama pertemuan gubernur bersama instansi terkait lainnya dipimpin Langsung Wakil Presiden RI Jusuf Kalla,  bertempat di Istana Wakil Presiden , 5 November 2018, dihadiri Menko Polhukam, Kepala BPN RI, Bappenas , Kementrian PUPR, Gubernur sulteng, Ketua DPRD Prov Sulteng, Wali Kota Palu dan Ketua DPRD Palu.

Untuk itu, pembangunan yang berkelanjutan di Sulteng agar dipercepat kajian terhadap wilayah wilayah yang berada pada zona merah yang tidak bisa didirikan bangunan ke depan karena rawan dampak bencana. Selain itu, akan ditetapkan lokasi relokasi sesuai SK Walikota dan Bupati Sigi dan prosesnya Berpedoman pada UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah, demikian juga Menteri PUPR meminta agar Badan Geologi dapat mempercepat kajian tentang penetapan wilayah yang dapat dibangun dan lokasi wilayah yang tidak dapat dibangun.

Gubernur Longki pada kesempatan itu  menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya seminar dimaksud, termasuk bantuan ACT, DMII, para relawan serta pihak  terkait lainnya dalam Pemulihan pasca Gempa Bumi, tsunami dan Likufaksi di Sulawesi Tengah.

Sementara itu Presiden ACT, Ahyudin, mengakui terdapat hikmah yang terkandum dalam bencana gempa yakni Kota Palu menjadi terkenal dan mendunia. Menurutnya, terdapat tiga hal menjadi unsur bencana yakni; ancaman, rentangan dan resiko.

Bertindak sebagai narasumber, Dosen dan Peneliti Sesar Palu-Koro Untad,, Drs. Abdullah, MT, Kabid Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami, BMKG, DR. Daryono S.Si, M.Si, Kasubbid Evaluasi Geologi Teknik, Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, Ginda Hasibuan, ST, MT dan Kasie Pengkajian Resiko Kedeputian Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB.**



Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN