Miris! Pengungsi di Lapangan Golf Kekurangan Air


 
Anggota Legislatif DPRD Palu, Ridwan Alimuda
Reporter: Firmasyah

ANGGOTA Legislatif DPRD Palu, Ridwan Alimuda menyesalkan penanganan pemerintah terhadap pengungsi sebanyak 145 jiwa. Khususnya warga Kelurahan Talise yang terdampak tsunami. Pasalnya, pengungsi yang mendirikan tenda darurat di gedung KNPI (depan kantor Polsek Palu Timur) dan lapangan Golf tersebut kekurangan air bersih.

Rabu (21/11/2018) usai rapat Paripurna, anggota komisi B tersebut membeberkan bahwa, di tempat itu, sudah tersedia satu tandon air. Namun menurutnya, hal itu tidak mencukupi semua kebutuhan dari para pengungsi yang nota bene telah kehilangan rumah dan harta benda, akibat terjangan tsunami.

‘’Saya berharap agar pihak kelurahan untuk melakukan pendataan ulang secara akurat, dengan melibatkan RT masing-masing. Sehingga semua kebutuhan di tempat pengungsian dapat terakomodir semuanya.  Karena sepengetahuan saya, dalam pendataan sebelumnya, RT tidak pernah dilibatkan. Adapun yang terlibat, kemungkinan hanya segelintir saja, " akunya.

Untuk hunian sementara lanjut Ridwan, belum ada kejelasanya bagi pengungsi di gedung KNPI dan di seputaran lapangan Golf. ‘’Hingga saat ini, mereka yang hanya tersisa baju di badan, dalam keadaan susah. Dari instansi terkait sudah banyak melakukan pendataan. Namun, keadaan mereka tidak berubah secara signifikan, " pungkasnya.

Sementara itu menurut Ridwan, bantuan bagi korban bencana alam untuk kota Palu sendiri cukup banyak mengalir, dari daerah lain. Namun penyaluranya tidak menyeluruh kepada para pengungsi. Hanya difokuskan di beberapa titik saja. Menyikapi hal itu, Lurah Talise, Sarlin dikonfirmasi media ini melalui via WhatsApp, maupun telepon seluler beberapa kali, belum memberikan keterangan.**



Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN