OJK HARUS 'TIDAK NETRAL'


 
-
Oleh : Andono wibisono

TIBA-TIBA Pukul 14.23 Wita, di WAG Pemimpin Redaksi se Sulteng beredar surat Tanggapan Informasi yang beredar di Media Sosial terkait dengan PENGHAPUSAN Kredit Korban Bencana Pasigala yang ditandatangani Om Sukri Yunus; Ketua OJK Sulteng.

Sebagai inisiator dan (sementara) dimandatir untuk mengelola Forum Debitur Korban Bencana Pasigala, saya pun meluruskan di grup internal para penentu kebijakan redaksi media di Sulteng. Saya perlu luruskan, agar tidak bias. Apalagi terkait dengan point Ketiga (3); yang intinya OJK tidak terlibat dengan forum debitur.

Ada hal yang perlu dicermati dari surat tersebut yang dapat saya analisis dari berbagai sudut pandang;

1. Kami Inisiator dan anggota forum patut Berbangga, bahwa 'gerakan' tuntutan PENGHAPUSAN Kredit berbagai fasilitas baik KUR, KPR. Konsumtif dan Investasi SUDAH SANGAT MENGUATIRKAN pihak-pihak yang bisa saya sebut 'tak rela' Forum Mendesak Pemerintah RI Melunasi kreditnya di perbankan dan industri jasa keuangan (IJK) di Sulteng.

Begini alasannya; Kalau kredit dilunasi pemerintah RI, otomatis seluruh jasa perbankan sulit mencari laba karena (bunga kredit) sudah tidak ada lagi alias proyeksi keuntungan akhir tahun atau awal 2019 akan berubah. Siapa yang mau rugi hehehe.....

2. Dengan Berfikir positif (walau saya harus paksakan perasaan ini) OJK ingin menunjukkan diri sebagai 'wasit" yang Adil antara Kreditur dan Debitur. Pertemuan antara OJK dan Forum Debitur sebanyak dua kali di Cafe Mandiri Jl Ahmad Yani pasti ada yang mendistorsi. Ada oknum bisa perorangan bisa lembaga yang 'gerah' dan menilai kok OJK aspiratif dengan forum. Menghindari itu muncullah surat tanggapan Om Sukri Yunus itu.

3. Patut Ditegaskan kepada siapapun, Forum Debitur akan terang-terangan MEMBANGUN Sinergisitas dengan siapapun, baik pihak OJK, perbankan, IJK bahkan pemerintah RI lewat kementerian Keuangan RI. Pernyataan Menkeu Sri Mulyani sangat lugas di media media online bahwa PENGHAPUSAN KREDIT KORBAN BENCANA ITU 'BISA' SEKALI LAGI 'BISA' sehingga TIDAK PATUT BILA ADA PIHAK PIHAK yang ingin Melawan Rakyat Memperjuangkan Keadilan atas Hidup lebih baik !!!!

4. OJK Dalam pertemuan tanggal 12 Nopember 2018 malam di cafe Mandiri telah dilapori pengurus forum bahwa jumlah anggota forum debitur memungkinkan melebihi dari tiga ribu orang, atau 3000 kepala keluarga yang memiliki kredit dan saat tengah kebingungan bagaimana menyelesaikan kreditnya. Mereka tidak hanya kehilangan sanak saudara, anak istri atau suami. Mereka juga tidak hanya kehilangan rumah, harta atau emas permata. TAPI MEREKA KEHILANGAN MASA DEPAN bila masih ada beban masa lalu di pundaknya !!!! Saya Ingatkan Jangan LUPA tanggal 28 September 2018 kalau Anda saat itu berada di Pasigala !!

5; Olehnya itu, semua anggota forum Debitur untuk Tidak Goyah dan Tetap Bersatu, Kuat, Selalu Komunikasi, Memperjuangkan Hak-Hak Kita Sebagai Anak Bangsa. Kita Lawan para Bankir yang coba Menghalang-Halangi Atas Nama Kepentingan Pribadi Dan Holding Banknya.

Penghapusan kredit korban bencana bukan bertujuan merusak perbankan. Penghapusan kredit rakyat yang menjadi korban bencana adalah kewajiban negara !!! Atas nama itu harusnya otoritas jasa keuangan tidak netral ..... Harus membela debitur !!!

Palu, 15 Nopember 2018

Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN