OKTOBER, Palu Inflasi Tertinggi di RI


Reporter: Firmansyah

AKIBAT BENCANA Alam tanggal 28 September 2018 lalu, Kota Palu mengalami inflasi tertinggi di Indonesia di bulan Oktober 2018 lalu. Inflasi sebesar 2,27 persen. Hal itu terangkum dalam press confrence di kantor Badan Pusat Staistik (BPS) Sulteng, Kamis (1/11/2018).

Komoditas  penyumbang terbesar dari inflasi tersebut, seperti makan jadi (nasi dan lauk) sebesar  0,49 persen, tarif angkutan udara 0,41 persen, ikan bandeng 0,19, makanan berkuah (sup) 0,11 peesen dan ikan Selar 0,11 persen.

Kepala BPS Sulteng, Ir Faisal Anwar kepada sejumlah media membeberkan bahwa data tersebut merupakan hasil  lapangan dari tim, dibeberapa pasar tradisional yang ada di Palu. Hal itu juga tidak menutup kemungkinan akan bertambah hingga 4,43 persen, bahkan 5 persen, apabila harga dari dari bahan pangan dan lainya tidak mengalami deflasi, atau penurunan harga barang.

Namun untuk komoditas ikan laut lanjut Faisal Anwar, akibat bencana alam, mengalami penurunan harga. Berbanding terbalik, justru yang mengalami inflasi terjadi pada ikan air tawar. " Akibat kondisi force mayor  bencana alam, otomatis harga berbagai barang pokok mengalami kenaikan harga. Hal itu tidak bisa dipungkiri. Namun kita berharap agar adanya pengawasan mauoun  penstabilan harga dari pemerintah, " harapanya.

Hal senada juga diungkapkan Kabid BPS, Nasir. Menurutnya, terjadinya inlfasi di kota Palu diakibatkan terbatasnya stok beberapa bahan-bahan ekonomi. Terutama makanan. Sehingga praktis harganya melambung naik.

Ditambahkanya, meskipun dimasa tanggap darurat banyak bantuan datang dari daerah lain. Namun hal itu tidak mencukupi bagi masyarakat. Karena kebutuhan warga setelah bencana alam, justru semakin bertambah. " Data tersebut juga merupakan release dari kantor BPS pusat, " ungkap Nasir.**
Share on Google Plus

0 komentar:

Post a Comment

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu

Titik Eceran Koran Harian Kaili Post Di Kota Palu
close
 LAYANAN PEMASANGAN IKLAN